Kabupaten Wakatobi Masuk DMO

Kendari Ekspres, Buton Raya 2010-09-22 / Halaman 16

Kabupaten Wakatobi masuk dalam Destination Management Organization (DMO) bersama 14 kabupaten lainnya di Indonesia. Penetapan tersebut dicapaii pada Konferensi Nasional DMO yang dilaksanakan 6-7 Agustus 2010 di Jakarta.

DMO adalah sebuah pendekatan dalam tata kelola destinasi pariwissata. Sistem yang menuntut peran aktif dari semua pemangku kepentingan dalam sector pariwisata. DMO diperkenalkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Direktorat Jederal Pengembangan Destinasi Pariwisata (Dirjen PDP).

Dikemudian dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Drs H Hasiru Ady, M.Si kepada wartawan Koran ini, Senin (20/9).

Dijelaskan. Lima belas lokasi yang masuk DMO yang diharapkan pengembangannya hingga 2014 yaitu Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Danau Toba, Bunaken, Tana Toraja, Mentawai, Bukittinggi, Borobudur, Rinjani, Raja Ambat, Wakatobi, tanjung Putting, Derawan, Danau Butur-Kintamani, Pulau Komodo, Kelimuttu-Flores, dan Bromo Tengger-Semeru.

Dalam konferensi nasional DMO yang pertama kalitersebut ada 24 kabupaten kota yang diundang. “Karena waktunya bersamaan dengan sail Banda 2010, maka saya tidak sempat hadiri acara tersebut. Kita masih memberi perhatian dan pelayanan kepada para peserta Sail Banda”, tutur H. Hasirun Ady.

Ditambahkannya, pariwissata merruakan bidang yang multi dimensional. Pembangunan pariwisata akan melibatkan berbagai sector yang saling berkaitan.

“Disinilah perlunya kebijakan yang sinergis guna mencapai tujuan dimaksud”, tegas Hasirun Ady.

Lebih lanjut, pemrakarsa pembentukan Kabupaten wakatobi ini menuturkan, DMO adalah structural tata kelola destinasi pariwisata yang mencangkup koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistematik.

Di akhir keterangannya, matan Wartawan Harian Fajar tahun delapan puluh ini menguraikan, dengan DMO, maka pengelolaan pariwisata akan lebih terbuka. Artinya, destinasi unggulan akan menjadi perhatian Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Pusat.

Dan, Wakatobi sebagai salah satu destinasi unggulan dan masuk DMO mulai menikmati dana pusat. Contohnya, pembangunan Dive Center di desa Waha, Wangi-wangi dan pembangunan Tourism information Center (TIC) di Kelurahan Mandati I Wangi-wangi Selatan.

“Ini adalah buah dari kerja keras kita dalam meyakinkan pusat sehingga Wakatobi menjadi destinasi wisatawan mancanegara yang semakin terkenal dan diunggulkan pemerintah pusat”, katanya. *DUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: