Pemerintah Provinsi Didesak Tolak HTI

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-09-14 / Halaman 13

Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser meminta Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam meninjau kembali rencana pemberian izin pengembangan kawasan hutan tanaman industri di tiga kabupaten.

Rencana pengembangan kawasan HTI untuk industri kayu telah masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). ”Kami sudah mengirimkan surat kepada gubernur. Kami memberitahukan, area yang digunakan untuk pengembangan industri ini semuanya masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser,” kata Rudi H Putra, anggota staf bidang konservasi BPKEL, yang dihubungi di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (13/9).

Rudi menjelaskan, dalam rapat bersama, pekan lalu, pihaknya sudah menyampaikan keberatan atas rencana tersebut.

Menurut dia, berdasarkan hasil pengamatan peta penunjukan hutan dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 190 Tahun 2001, semua luasan hutan yang pernah menjadi HPH di provinsi ini ada di dalam KEL. Hal serupa akan terjadi jika Pemprov NAD mengeluarkan izin tersebut.

”Kalau pemerintah berencana untuk melakukan pembangunan dengan konsep berwawasan lingkungan, kami bisa menerimanya,” ujar Rudi.

Kebijakan Aceh Hijau

Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Bina Arsitektur Mandiri Zulkifli.

Menurut dia, pemerintah harus berhati-hati membuat kebijakan mengenai kehutanan di kawasan Leuser. Apalagi kebijakan Aceh Hijau kini sedang diupayakan sendiri oleh Gubernur NAD Irwandi Yusuf. ”Jangan membuat kebijakan saling bertentangan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah sedang memproses pengajuan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan yang diajukan oleh PT Rencong Pulp and Paper Industry.

Berdasarkan pengumuman di salah satu surat kabar lokal Aceh, rencana pengembangan kawasan HTI ini mencakup tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Total luas lahan yang dibutuhkan mencapai 31.472.000 hektar. Industri itu membutuhkan kayu bulat untuk bahan baku kayu serpih (chipwood).

Rudi menambahkan, pihaknya saat ini sedang berupaya menghutankan kembali lahan hutan lindung yang telah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Dia berharap pemerintah juga mendorong ke arah yang sama, bukan sebaliknya. (MHD)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: