Pertambangan Pengaruhi Sex Ratio Penduduk Bombana

Kendari Ekspres, Sultra Ekspres 2010-09-04 / Halaman 16

Daerah Kabupaten Bombana, sebagai daerah pertambangan mempengaruhi jumlah penduduk perempuan dan penduduk laki-laki (sex ratio) di Bombana. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bombana Sultriawati Efendy SP MS pada Kendari Ekspres, Kamis (2/9).

“daerah Pertambangan akan mempengaruhi sex ratio.Pasalnya, daerah tambang selalu mengakomodir tenaga kerja laki-laki dibandingkan dengan perempuan”, ucap Sultriawati Efendy, Jumat (3/9).

Pernyataan itu, ia dasarkan pada hasil sensus BPS Bombana Mei 2010. Katanya, daerah Kecamatan yang memiliki lokasi pertambangan, memiliki jumlah lelaki yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Sebaliknya lanjut dia, pengalaman sensus beberapa daeah industri terjadi hal sebaliknya yakni jumlah perempuan lebih besar disbanding laki-laki.

“Ada tiga kecamatan yang memiliki sex ratio tertinggi yakni rarowatu Utara 142, Mata Usu 125, Lantarijaya 114”, jelasnya.

Ternyata ketika daerah kecamaan itu merupakan daeah pertambangan Bombana. Secara umum Sulastrawati mengatakan sex ratio penduduk Kabupaten Bombana sebesar 102. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan terdapat 102 penduduk laki-laki. “Ini lebih tinggi, jika dibandingkan dengan Sultra dengan sex ratio 101”, ujarnya.

Selain itu, Sultrawati juga menyampaikan, laju pertumbuhan penduduk bombana dalam sepuluh tahun terkahir, sebesar 3,29 persen per tahun. Angka ini juga lebih tinggi disbanding dengan pertumbuhan penduduk Sultra yang hanya 2,07 persen.

Kecamatan Masaloka Raya Bombana kata dia, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kecamatan lain di Bombana, yakni sebesar 22,24 persen. Sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Mataoleo yakni minus 2,12 persen. “Sensus 2010, penduduk Bombana berjumlah 139.271 Jiwa yang terrdiri dari 70.382 laki-laki dam 68.889 perempuan. Yang padat di Kecamatan poleang sebesar 10,25 persen, diikuti Poleang Barat 8,09 persen. Sedangkan Kecamatam lain rata-rata dibawah 8,00 persen”, kata Sultriawati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: