Sekitar 1 Hekter Karang Atol Wakatobi Diduga Rusak Berat

Media Sultra, Daerah 2010-08-26 / Halaman 7

Lebih kurang satu hekter karang atol di belakang pulau Kaledupa, yang dikenal dengan karang besar atau Pasi Rapa (Karang Rapa), ditenggarai hancur berkeping-keping akibat ledakan bom ikan. Peledakan dilakukan oleh oknum nelayan pada Senin (23/8) sekitar pukul 10.00 Wita, La Alinudin warga Desa Longa, Rabu (25/8), mengatakan hal itu di Waetuno, Wangi-wangi.

Dikatakan, saat itu dirinya bersama tamannya bernama La Ene sedang bersampan mencari ikan selama tiga hari dua malam, disekitar karang atol itu.

Memasuki hari ke tiga, Senin (23/8), mereka memasang jaring sambil mencari biota laut berupa duri babi. Tiba-tiba, dentuman bom dalam air terdengar dari kejauihan. Mendengarkan suara itu, dia berdua berpindah tempat ke jaring yang telah dipasang.

“Meskipun agak kejauhan lalu kami pergi ke arah suara bom itu. Kami lihat ikan kecil berhamburan. Kami lewat mereka masih menyelam ambil iakn memakai kompresor. Semuanya mereka bertiga”, tuturnya.

Menurut Alinudin, para pembom itu menggunakan pupuk bom ikan (pupuk pembuat bom dari Malaysia atau Singapura yang didatangkan melalui kapal-kapal yang muat RB).

“Kami lihat dalam kapalnya ada aki besar. Biasanya pengebom memakai aki seperti itu dengan pakai botol bir gandeng, pasti kerusakannya lebih dari sehekter”, ungkapnya.

Ketiga orang itu tidak ada satupun yang ia kenal, tapi hanya mengenal dari bahasa yang digunakan.

La Humaani salah satu warga Waetuno mengatakan, kebanyakan bahan pengebom ikan didatangkan dari luar negeri.

“Kalau di kita Wanci ini namanya pupuk itu dikenal sebagai peralatan untuk bom ikan. Pupuk itu dari luar negeri seperti Malaysia”, katanya.

La Ama, yang mendengar cerita tersebut mengatakan wajarlah jika di pasar-pasar Kota Wangi-wangi pasca pengeboman itu, harga ikan turun drastis. Dimana biasanya harga ikan turun drastis. Dimana biasanya harga ikan karena cuaca buruk mahal, namun terbalik justru murah.

“Saya itu beli ikan satu dua hari ini 4 ekor besar-besar hanya sepuluh ribu. Padahal ikan itu hari-hari sebelumnya satu ekornya sepuluh ribu per ekor (10.000/ekor)”, katanya heran. (Cr-4/Ms-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: