Konservasi Flora Baru Mencakup 18 Persen

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-08-25 / Halaman 12

Dari sekitar 30.000 spesies flora berbunga di Indonesia, terdapat sekitar 60 persen yang berhasil dipertelakan secara ilmiah. Namun, usaha konservasinya baru mencakup 18 persen sehingga sebagian besar masih memiliki kerentanan hilang atau punah.

”Kita harus mencontoh negara seperti China dan Jepang. Mereka berhasil mengonservasi 100 persen spesies yang dimiliki,” kata Deputi Bidang Ilmu Hayati pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Sukara, Selasa (24/8) di Jakarta.

Menurut dia, membangun kebun raya di setiap daerah merupakan salah satu cara untuk mempertinggi jumlah spesies yang dikonservasi. Saat ini sedang dibangun 16 kebun raya di 14 provinsi, tetapi masih butuh tambahan setidaknya mencapai 45 kebun raya.

”Dengan jumlah kebun raya sebanyak itu pun LIPI hanya menargetkan konservasi 60 persennya. Semestinya bisa mencakup sampai 100 persen,” kata Endang.

Di habitat asli

Spesies flora lainnya diharapkan bisa diselamatkan di kawasan habitat asli. Menurut peneliti senior Pusat Penelitian Biologi LIPI, Kuswata Kartawinata, kawasan konservasi alam diatur Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan dan UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Saat ini terdapat 527 kawasan pelestarian yang meliputi cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, taman buru, hutan lindung, taman nasional, dan taman hutan raya. Luas dari seluruh area konservasi tersebut mencakup 27,2 juta hektar.

Terancam punah

Kawasan pelestarian itu sebenarnya juga menjadi habitat fauna. Namun, perusakan habitat dan eksploitasi spesies sudah berlebihan. Indonesia memiliki daftar paling panjang tentang spesies yang terancam punah.

Menurut Kuswata, daftar spesies fauna yang terancam punah di Indonesia mencakup 126 jenis burung, 63 jenis mamalia, dan 21 jenis reptilia.

Endang mengatakan, secara internasional, saat ini terus digalakkan upaya identifikasi flora dan konservasi kawasannya di wilayah tropika.

Di wilayah Asia Tenggara, identifikasi flora untuk tujuan konservasi dilakukan organisasi Plant Resources of Southeast Asia Association (Prosea).

”Prosea mendapatkan bantuan dana dari Belanda. Namun, sekarang sudah dialihkan bantuannya ke wilayah Afrika,” kata Endang.

Di Afrika, menurut Endang, terdapat 13 negara tropis. Di negara-negara tersebut sedang digalakkan identifikasi flora untuk tujuan konservasi pula. Melalui pola yang sama dengan Prosea, saat ini negara-negara Eropa juga mendorong identifikasi flora di negara-negara tropis Amerika Latin. (NAW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: