Ore Konsel Dikirm Ke China

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-08-24 / Halaman 5

Pemprov Sultra dan Pemkab Konsel kini punya “ladang uang” baru. Perusahaan tambang, PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beroperasi di Torobulu, Kecamatan Lainea mulai melakukan pengapalan perdana ore nikel akhir pekan lalu. Dengan lahan olahan seluas 250 hektar, PT. WIN sudah mampu menghasilkan 129.765 metrik ton ore, padahal grup PT. Billy Indonesia itu baru beroperasi sejak 6 Juli 2010. Dari jumlah yang dihasilkan tersebut, Pemprov dan Pemkab akan mendapat penghasilan royalti. Selain itu perusahaan harus menyisihkan dananya untuk CSR kepada masyarakat sekitar. Diluar royalti tersebut, pemerintah juga akan menarik retribusi dari MoU dengan PT. WIN sebesar Rp 1,5 dollar Amerika per ton yang dikapalkan.

Asumsinya, jika nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah mencapai Rp 10 ribu dan dalam setahun PT. WIN berhasil mengekspor ore satu juta ton, maka pemerintah akan mendapat retribusi dari hasil penjualan sekitar Rp 15 miliar. Dari retribusi MoU tersebut, Pemprov akan berbagi dengan Pemkab Konsel. Sayangnya tidak jelas berapa banyak bagian antara keduanya. Pengapalan perdana ore itu sndiri dilakukan dalam seremoni yang dipimpin  Gubernur Sultra, Nur Alam bersama Bupati, H. Imran dan Wabup, H. Sutoardjo Pondiu serta Dirut PT. WIN, Widi Aswindi dan beberapa direksi PT Billy Indonesia.

Menurut gubernur, pengapalan perdana tersebut merupakan bukti konkrit dari suksesnya rasionalisasi lahan kontrak karya di Sultra. Sebelumnya, lahan tersebut dikuasai PT. Inco sejak tahun 1967 tanpa pernah diolah sama sekali. Untung saja tahun lalu, Pemprov berhasil mendesak PT Inco melepas lahannya. Gubernur juga turut memberikan apresiasi terhadap kesediaan warga yang kooperatif melepaskan lahannya dan menikmati ganti rugi hingga tiga kali lipat dari NJOP.

”Sekarang ini memang baru 281 pekerjanya, itu karena lahannya yang diberikan hanya 2500 hektar. Tapi masih terbuka kesempatan untuk mengolah sampai 12 ribu hektar. Bisa bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap nantinya. Ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan perekonomian daerah. Kita tidak punya uang, jadi harus ajak masuk investor untuk menanamkan modalnya di sini,” ujarnya.

Dirut PT. WIN, Widi Aswindi melaporkan, untuk pengapalan perdana ini sebanyak 56.900 metrik ton ore akan dikirim ke China. Untuk investasi yang dilakukan, perusahaan itu memiliki 112 unit alat berat yang beroperasi di Torobulu, ditambah 14 unit akan dikirim dari Kabaena. ” Hingga saat ini sudah lebih dari 50 miliar rupiah, itu pun belum termasuk pengadaan kendaraan berat,” ungkapnya. (cr2/cok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: