Gunungan Lumpur Longsor

Kompas, Nusantara 2010-08-22 / Halaman 3

Gunungan lumpur di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo longsor, Sabtu (21/8) sekitar pukul 12.30. Akibat longsoran yang mengarah ke tanggul di titik 42, tiga kapal keruk yang sedang beroperasi terempas.

”Pengerukan membuat elevasi lumpur di sekitar titik 42 lebih rendah ketimbang di pusat semburan. Bagian atas lumpur di sekitar pusat semburan kering dan mengeras, sedangkan bagian bawah cair. Akibatnya, lumpur di sekitar pusat semburan longsor,” kata Kepala Humas Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, Sabtu di Sidoarjo.

Longsor menyebabkan tiga kapal keruk terempas dan kandas di tepi tanggul titik 42. Peristiwa ini mengakibatkan pengerukan dan pembuangan lumpur terhenti. Apalagi setelah longsor terbentuk alur aliran lumpur dari pusat semburan ke titik 42.

Kendati kolam akan terisi lumpur lebih banyak, Zulkarnain memperkirakan, lumpur tidak akan meluber. ”Menurut Badan Geologi, volume semburan kini sekitar 15.000 meter kubik per hari. Jadi, sudah tak sebesar dulu,” katanya. Sebelumnya, semburan lumpur mencapai 100.000 meter kubik per hari.

Untuk mengembalikan proses pembuangan lumpur, pipa-pipa harus ditata ulang. Selain itu, tanggul di titik 42 juga perlu diperkuat terlebih dulu. Proses ini perlu waktu dua pekan.

Belum dievakuasi

BPLS juga mulai menangani semburan baru yang muncul pada Kamis (19/8) di Dusun Beringin, Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong.

Semburan baru di rumah Haji Jamin ini cukup tinggi, yaitu 10-14 meter. Langit-langit rumah pun jebol. Material semburan antara lain pasir, air, dan lumpur.

Berdasarkan pengukuran kadar gas yang dilakukan BPLS, batas ledakan rendah (low explosive limit/LEL) di semburan baru melebihi 100 persen dalam jarak 1 meter. Salah satu gas yang terdeteksi adalah metana (CH), gas mudah terbakar dan mengganggu kesehatan warga.

Penghuni rumah Haji Jamin kini sudah meninggalkan rumah. Namun, para tetangga belum dievakuasi dan masih berada di rumah mereka. ”Sabtu, kami mulai menutup semburan gas dan air dengan pipa dan beton. Dua hari lalu semburan ditutup sementara dengan pipa paralon, tetapi pecah,” kata Achmad. (INA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: