Pembangunan Masjid Al’Alam Dikhawatirkan Berdampak Banjir

Media Sultra, Ibukota 2010-08-21 / Halaman 6

Pembangunan masjid Al’Alam di Teluk Kendari yang pemancangan tiangnya sudah dilakukan oleh Gubernur Sultra Nur Alam pada 17 Agustus lalu dikhawatirkan akan berdampak banjir karena adanya penimbunan pada teluk.

Koordinator pengaduan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara (WALHI Sultra) Sufri mengatakan, pembangunan masjid di Teluk Kendari terkesan mengada-ngada. Alasannya karena masih banyak tempat lain untuk dijadikan tempat membangun masjid.

“Banykanya lumpur di Teluk Kendari bukannya dikeruk kok malah ditimbun. Kalau ini dilakukan pasti berdampak terhadap berkurangnya penyerapan air dari bverbagai aliran sungai di Kota Kendari. Dan tunggu dua sampai tiga tahun kedepan pasti akan banjir”, katanya saat ditemui Media Sultra di knator WALHI Sultra, Jumat (20/8).

Menurut dia, untuk mengatasi pencemaran dan banjir di Kota Kendari,pemerintah harus memperhatikan daerah hulu dan hilir.

“Selain di hilir Teluk Kendari, pemerintah juga harus memperhatikan kondisi di hulu yang merupakan anak-anak sungai yang mengalir menuju Teluk Kendari. Disitu banyak terjadi sedimentasi sehingga terjadi pengendapan lumpur di Teluk Kendari. Ini harus diperhatikan”, katanya. (M-1/Ms-3)

2 Responses

  1. bangun saja pak,,siapa tahu ada mesjid,,lumpurnya bisa hilaang..he he he…INTINYA PEMBANGUNAN MESJID,,,LAUTNYA GA DITIMBUN,,OKMI

  2. masih banyak yang lebih penting yg harus di benahi ketimbang harus menghabiskan
    anggaran 250 m….ckckckck

    trus program pemerintah membuat wisata
    religius…belum layak. melihat kendari bukan daerah yg mayoritas umat islamnya
    melaksanakan ibadah di mesjid….kalo kdi sama dengan aceh yg kultur budayanya
    mengambil dari ajaran islam wajar2x saja…

    banyak daerah/negara yg kotanya
    berada di tepi air (waterfront) tapi mereka mengemasnya bersifat
    umum/publik…jadi wisatawan yg memiliki latar belakang yg berbeda juga bisa
    menikmati…

    coba kalo studi banding ke negara atau derah lain yg berhasil di
    pelajari lebih dalam..jgn sampai setelah terbangun terkesan
    mubazir….

    kenapa teluk kdi tdk diolah untuk semua kalangan dari kultur yg
    berbeda…(saya juga muslim)….contohnya kawasan komersil yg sifatnya
    global…biar wisatawan asing juga dpt menjadi t4 persinggahan sblm mrk
    menikmati wisata pantai/pulau yg ada di sultr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: