Mahasiswa Tolak Aktivitas Tambang BDM di Morowali

Media Sultra, Hukum 2010-08-19 / Halaman 4

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasisiwa Pemerhati Lingkungan Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (18/8) berunjuk rasa di Kantor DPRD Sultra. Mereka menolak dan mendesak pemberhentian aktivitas pertambangan PT Bintang Delapan Mineral (BDM) di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng).

Koordinasi aksi, Iswanto, mengatakan, permasalahan tambang PT BDM merupakan salah satu dari berbagai kasus tambang yang ada di Indonesia yaitu ketidak seimbangan antara pengelolaan tambang dengan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Dimana masyarakat menuntut agar para pengusaha segera merealisasikan janjinya seperti besarnya dana pengembangan masyarakat atau Comunnity Development (Comdev) sebesar Rp 5 ribu per metrik ton yang diperhitungkan berdasarkan jumlah produksi atau pengapalan.

Penyaluran dana pengembangan masyarakat dalam bentuk dana Comdev akan direalisasikan sesuai dengan bentuk dana tonase pada setiap pengapalan. Adapun permintaan pinjaman dari pihak masyarakat diberikan sesuai kemampuan keuangan PT BDM yang dikompensasikan melalui dana Comdev. Khusus pengapalan pertama dan kedua akan dibayarkan sebelum pengapalan berikutnya.

Kata Iswanto, teknik penyaluran akan diatur antara delegasi, masyarakat, pemerintah kecamatan dan desa dengan pihak PT BDM dibawah pengawasan pemerintah kabupaten Morowali. Sementara untuk hal-hal yang terkait dengan persoalan lingkungan akan diselesaikan sesuai Amdal yang telah diakomodir oleh Pemda Morowali. Untuk desa binaan meliputi sembilan desa yaitu Bahodopi, Keurea, Bahomakmur, Fatufia, Labota, Lalampu, Siumbatu, Dampala, dan Lele.

Selain penghentian aktifitas pertambangan, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan Morowali juga mendesak, pembebasan bagi masyarakat yang ditangkap aparat kepolisian. Para pengunjuk rasa menilai penangkapan tersebut terindikasi ada intervensi dari PT BDM.

Wakil Ketua DPRD Sultra La Pili didampingi ketua komisi III DPRD Sultra Rahmawati Bardala, menyatakan segera merekomendasikan tuntutan mahasiswa Pemerhati Lingkungan tersebut ke DPR-RI dan Mabes Polri. (R-1/Ms-5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: