DPRD Konawe Tolak Investor Sawit

Kendari Ekspres, 2010-08-19 / Halaman 1

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menyatakan sikap menolak kehadiran investor perkebunan kelapa sawit, PT Damai Jaya Lestari (DJL) di Kabupaten Konawe.

Pernyataan tersebut dilontarkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Konawe, Djamaludin Banasiu kepada Kendari Ekspres di hadapan Ketua Komisi B DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara dan anggota Komisi B lainnya, Rabu (18/8).

Legislator Partai Demokrat ini mengatakan sikap Komisi B Tersebut merupakan keputusanh bulat dari Komisi B setelah mereka melakukan kunjungan langsung ke lokasi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Besulutu, Selasa (17/8) bersama instansi dinas terkait.

Keputusan penolakan tersebut, kata staf ahli DPD RI ini, akan direkomendasikan kepada pemerintah Kebupaten (Pemkab) Konawe. “Kami dari Komisi B akan merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menolak kehadiran investor perkebunan kelapa sawit PT DJL di Kabupaten Konawe”, terang Djamaludin Banasiu yang diamini oleh anggota Komisi B lainnya.

Dia mengungkapkan beberapa dasar pertimbangan penolakan terhadap PT DJL bahwa perusahaan sawit tersebut telah melakukan aktivitas berupapemetaan wilayah perkebunan dan penebangan kayu di kawasan hutan sebelum ada izin prinsip dari pemerintah daerak Kabupaten Konawe.

Selain itu kata dia, lokasi yang direncanakan akan menjadi areal perkebunan kepala sawit merupakan masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS).

“PT DJL belum mengantongi izin dari bupati dan di sana sudah dilaksanakan aktivitas penebangan dan sudah masuk 10 chansaw untuk kegiatan penebangan kayu di hutan”, kata Djamaludin.

Dia juga menilai PT DJL tak memiliki niatan baik dalam melakukan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Konawe, sebab izin lokasi yang mereka rencanakan hanya seribu hekter yang tak memungkinkan bagi mereka untuk mendirikan pabrik pengel0laan sawit di Konawe. hal senada juga dikatakan anggota Komisi B lainnya. Harianto bahwa dengan masuknya PT DJL di Kecamatan Besulutu, Bandoala dan Sampara akan menabah kerusakan lingkungan di Kabupaten Konawe karena wilayah yang diusahakan oleh PT DJL adalah kawasan DAS.

“Hasil kunjungan kami di lapangan, masyarakat disana ternyata diiming-imingi oleh perusahaan dan pendekatan yang dilakukan PT DJL adalah melalui kepala desa setempat”, tandasnya. Hingga berita ini dimuat, pihak PT DJL belum berhasil dikonfirmasi soal penolakan tersebut. *CR1/B/DUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: