Penyelamatan Segara Anakan Terbengkalai

Kompas, Nusantara 2010-08-18 / Halaman 23

Upaya menyelamatkan ekologi estuari paling unik di Indonesia, Laguna Segara Anakan, di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tak terwujud dalam program apa pun. Lebih dari lima tahun, pemerintah tak melakukan langkah konkret apa pun.

Kepala Kantor Pengelola Sumber Daya Segara Anakan Supriyanto, Jumat (13/8), mengatakan, saat ini tak ada satu pun kementerian mengalokasikan dana ataupun kegiatan untuk menyelamatkan Laguna Segara Anakan.

Solusi menyelamatkan Laguna Segara Anakan dengan menyudet Sungai Citanduy dari laguna ke perairan Nusawere di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, juga menemui jalan buntu. Tahun 2003, terbit surat penghentian proyek penyudetan Sungai Citanduy yang ditandatangani Menteri Negara Lingkungan Hidup (saat itu) Nabiel Makarim. Alasannya, penyudetan berpotensi menimbulkan konflik antara Cilacap dan Ciamis.

Menurut Supriyanto, upaya pemerintah untuk mengonservasi hulu Sungai Citanduy di Jawa Barat kalah cepat dengan laju sedimentasi. Hingga kini, laju sedimentasi Sungai Citanduy sebesar 750.000 meter kubik per tahun, ditambah 250.000 meter kubik per tahun dari Sungai Cimeneng yang juga bermuara di Laguna Segara Anakan.

Menyusut

”Areal perairan laguna tinggal sekitar 700 hektar. Padahal, tahun 1970-an, luas perairan mencapai 4.150 hektar,” kata Supriyanto.

Tak adanya langkah konkret pemerintah juga dikeluhkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Barat. Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Banyumas Barat Kuspriyadi mengatakan, hal itu menyebabkan penguasaan hutan bakau oleh petani pendatang semakin luas.

Saat ini, ada 7.000 hektar hutan bakau di seputar laguna yang dikuasai petani pendatang. Hal itu menghambat upaya penghijauan di kawasan laguna.

Warga Kecamatan Kampung Laut yang bermukim di Laguna Segara Anakan berharap ada langkah konkret pemerintah untuk menyelamatkan laguna.

Wahyono, Ketua Kelompok Konservasi Alam Krida Wana Lestari di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, mengatakan, kerusakan alam laguna belum disadari oleh warga sekitar. Sebagian besar dari mereka masih menerima itu sebagai nasib.

”Kalau kondisi ini dibiarkan, tak tertutup kemungkinan kerusakan alam laguna mendatangkan bencana,” katanya. (MDN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: