Ekspor Udang Anjlok

Kompas, Bisnis & Keuangan 2010-08-14 / Halaman 18

Ekspor udang Indonesia masih belum membaik. Selama semester I-2010, ekspor udang ke Amerika Serikat hanya 29.424 metrik ton atau anjlok 26,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 40.132 MT.

Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama ekspor udang asal Indonesia.

Data National Marine Fisheries Service menunjukkan, ekspor udang asal Indonesia pada Juni 2010 turun 5,12 persen, yakni 5.389 MT, dibandingkan Juni 2009 sebesar 5.680 MT.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Johan Suryadarma, Jumat (13/8), mengatakan, penurunan ekspor udang terutama dipicu oleh penurunan pasokan akibat serangan penyakit.

”Kita tidak boleh terus membiarkan ekspor udang nasional di garis merah (negatif). Butuh upaya nyata dari semua pemangku kepentingan untuk bangkit dari keterpurukan,” ujarnya.

Sementara itu, ekspor udang Thailand pada semester I-2010 mencapai 81.297 MT atau naik 10,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar 73.367 MT.

Periode September-Oktober adalah momentum paling baik untuk menggenjot ekspor udang sebab permintaan udang dunia cenderung terus meningkat.

”Tanpa upaya menggenjot produksi, Indonesia akan kehilangan kesempatan terakhir tahun ini untuk mengejar ketertinggalan ekspor,” ujarnya.

Tindakan nyata, ujar Johan, antara lain, dengan menerapkan cara budidaya yang baik, pemberantasan penyakit dengan metode pengeringan tambak dan biosecurity, serta terjangkaunya kebutuhan pakan.

Serangan penyakit udang yang melanda sejumlah tambak sejak tahun lalu meliputi infectious myonecrosis virus dan bintik putih (white spot syndrome virus).

Anjloknya produksi udang berimbas pada penurunan utilitas industri pengolahan karena kekurangan bahan baku.

Berdasarkan data AP5I, terhitung sejak awal 2010, terdapat dua industri pengolahan udang di Jawa Timur dan satu di Medan berhenti produksi akibat kekurangan bahan baku.

Penanggung Jawab Integrity Quality Assurance PT Central Proteinaprima (CP Prima) Bambang Widigdo mengemukakan, perusahaan itu telah mengantisipasi penyakit udang yang marak sejak tahun 2009 dengan menerapkan pengurangan padat tebar benur udang dan pembersihan secara intensif.

Direktur Produksi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Iskandar Ismanadji mengatakan, produksi udang sudah menunjukkan tren membaik.

Menuntut ganti rugi

Puluhan petambak plasma PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) Lampung menuntut ganti rugi kepada PT AWS menyusul matinya ratusan ton udang akibat pemadaman listrik penggerak kincir tambak dua hari lalu.

”Kami meminta utang biaya produksi dinolkan. Tidak ada utang. Kalau tidak, kami bisa bangkrut,” ungkap Towilun, Ketua Lembaga Manajemen Plasma Kampung, di Kampung Bumi Dipasena Utama.

Sore kemarin, puluhan petambak plasma berkumpul di pendapa PT AWS menuntut ganti rugi kepada PT AWS. ”Terserah udang yang mati itu mau diapakan. Yang pasti, kami minta perusahaan bertanggung jawab,” kata petambak plasma ini.

Kampung Bumi Dipasena Utama adalah salah satu kompleks pertambakan udang PT AWS yang mengalami pemadaman listrik mulai Rabu malam hingga Kamis (12/8) pagi. Menurut Towilun, ada sekitar 100 tambak yang terkena pemadaman hingga 8 jam.

Secara terpisah, Senior Manager Community Development PT AWS Sartoni mengungkapkan bahwa pembangkit ataupun jaringan listrik yang digunakan di AWS memang sudah cukup tua.

Corporate Communication Manager CP Prima Tbk George Basoeki membenarkan terjadi pemadaman listrik akibat kegagalan operasi pada pembangkit listrik PT AWS. Namun, pemadaman itu hanya berlangsung selama tiga jam. (lkt/jon)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: