Banjir dan Longsor Kembali Landa Ambon

Kompas, Nusantara 2010-08-14 / Halaman 22

Hujan deras yang terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat (13/8) pagi di Ambon, Maluku, kembali menyebabkan banjir dan longsor. Kali ini banjir dan longsor merusak sedikitnya delapan rumah di Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau.

Berdasarkan hasil pendataan pihak Kelurahan Batu Gajah, Jumat (13/8), empat rumah rusak setelah tebing setinggi 10 meter di belakang rumah penduduk longsor. Empat rumah lainnya di tepi Sungai Batu Gajah rusak setelah luapan air menggerus bantaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, sedikitnya delapan keluarga penghuni rumah-rumah itu mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat.

Emmy Yesaya (40), salah seorang warga yang rumahnya rusak tergerus air sungai, mengatakan, sebelum rumahnya ambrol ke sungai, banjir setinggi setengah meter merendam perumahan warga di Batu Gajah. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Batu Gajah. Luapan air sungai terjadi pada Kamis sekitar pukul 22.00 setelah hujan deras terjadi sejak pukul 18.00 WIT.

”Berselang satu jam setelah meluap, bantaran sungai tempat fondasi rumah berpijak ambrol,” kata Emmy. Beruntung saat itu Emmy dan ibunya sudah di luar rumah. Mereka hendak mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah luapan air kian tinggi.

Sekitar pukul 23.00 WIT, banjir merusak tiga rumah lainnya di bantaran sungai. Selain itu, tebing curam setinggi sekitar 10 meter juga longsor di sedikitnya empat titik dan merusak empat rumah warga.

Paling parah

Atta Kainama (45), warga yang rumahnya juga rusak akibat banjir, mengatakan, banjir kerap terjadi saat musim hujan. Namun, dia melihat banjir kali ini yang terparah sejak tahun 1985 dia tinggal di Batu Gajah.

Menurut sejumlah warga, banjir di Batu Gajah baru surut pada Jumat sekitar pukul 04.00 WIT. Warga lalu membersihkan rumah dari lumpur yang dibawa banjir dan bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak.

Selain merusak sedikitnya delapan rumah, banjir juga merusak tanggul sepanjang 100 meter yang baru tuntas dibangun tahun lalu. Longsor juga menimbun gedung sekretariat angkatan muda Gereja Protestan Maluku.

Lurah Batu Gajah Donny W Tahalele mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Kota Ambon agar korban banjir dan longsor menerima bantuan.

”Batu Gajah memang rawan banjir dan longsor karena diapit tebing curam dan sungai. Sayang, banyak warga tidak menghiraukannya. Mereka tetap membangun rumah tanpa izin di bantaran sungai atau di dekat tebing,” ujar Donny.

Banjir dan longsor di Ambon kali ini adalah peristiwa ke tujuh sejak pertengahan Juni lalu. Berdasarkan catatan Kompas, peristiwa banjir dan longsor sebelumnya, di antaranya merusak 48 rumah dan menyebabkan 10 warga meninggal dunia. (apa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: