Dua Investor Sawit Terancam Dilapor ke Polisi

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-08-11 / Halaman 5

Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (FMPLH) Konawe menebar ancaman akan melaporkan dua investor kelapa sawit di Konawe, PT. Tani Prima Makmur (TPM) dan PT. Damai Jaya Lestari. Forum itu menengarai dua investor tersebut melakukan kegiatan investasi tanpa mengantongi Amdal. Khusus TPM yang berinvestasi 19.500 hektar di delapan kecamatan merupakan tanah negara dan berdasarkan peta tata guna tanah adalah semak belukar, tumbuhan perdu dan tanaman campuran yang dibudidayakan masyarakat  serta bertentangan dengan data penggunaan lahan areal pencadangan kebun kelapa sawit PT. TPM seluas 27.877 hektar.

” Hal ini akan merugikan daerah dan bertentangan dengan aturan pokok-pokok agraria, ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup,  Sumber Daya Air, penataan ruang, irigasi dan izin lokasi,” versi Ilham, presidium FMPLH dari Lingkar Konawe di Mapolres Konawe. Mereka memilih melapor ke polisi karena kecewa setelah anggota DPRD Konawe tidak memberi respon terhadap aspirasi tersebut.

” Kami tidak percaya lagi dengan DPRD Konawe yang terkesan mengaburkan persoalan serta tidak memanggil dinas dan instansi terkait saat hearing. Buktinya, BPN dan Dishut tidak hadir. Saya lihat ada kelemahan surat bupati itu sehingga kami menganggap ada unsur pidananya. Yakni pelanggaran UU 41/1999 tentang kehutanan karena tidak ada izin pengolahan tetapi hanya izin lokasi saja. Izin perkebunan pun tidak terpenuhi. PT. DJL sudah melakukan penebangan di Besulutu sementara belum ada izin Amdalnya. Jadi jangan lakukan apapun sebelum Amdalnya keluar. Saya sudah konfirmasi ke Bapedalda. Boleh tanya,” katanya lagi panjang lebar.

Tudingan serupa juga dilontarkan Hirman Lasariwu. PT. TPM pun telah bersosialisasi Amdal, sementara saat hearing mereka mengakui Amdalnya tidak sah. Sebelumnya, FMPLH telah melaporkan dugaan tindak pidana dua investor ke Mapolres Konawe. Mereka diterima Kasat Reskrim, AKP Iwan Irmawan dan beberapa anggotanya. Anehnya, laporan mereka ditolak karena polisi beralasan akan turun ke lapangan terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan. (din/cok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: