Sampel 52 Jenis Biota Laut Dalam Diambil

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-08-09 / Halaman 12

Sampel sebanyak 52 jenis biota laut dalam di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, diambil tim periset Indonesia yang menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Kapal riset lainnya, Okeanos Explorer milik Amerika Serikat, dalam Ekspedisi Index-Satal 2010 itu, mengambil dokumentasi video dan gambar ratusan jenis biota laut dan habitatnya hingga kedalaman 7.000 meter.

”Ini hasil kerja sama penelitian Indonesia dan Amerika Serikat yang masih pada tahap awal untuk penelusuran laut dalam,” kata Conservation and Management Officer Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer (NOAA) Amerika Serikat Larry Robinson, Minggu (8/8), dalam sambutan acara penutupan Ekspedisi Index-Satal 2010 di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.

Sebanyak 52 jenis biota laut dalam dipamerkan di atas Kapal Baruna Jaya IV. Ada berbagai jenis ikan laut dalam, koral, dan moluska—yang sebelumnya dibekukan di dalam es. ”Ada jenis koral yang menarik, yang mirip bambu. Meski mirip bambu, koral itu tetap binatang,” ujar periset dari NOOA, Russel Reardon, yang menyertai tim Baruna Jaya IV.

Menurut Robinson, dari ratusan jenis biota laut dalam yang didokumentasikan, dan 52 jenis sampel diambil, tak tertutup kemungkinan ditemukan banyak spesies baru. Penelitian lebih lanjut, selain mengidentifikasi dugaan spesies baru, juga pengembangan bidang-bidang lain, seperti pangan dan obat-obatan dari senyawa kimia yang terdapat pada organisme laut dalam ataupun habitatnya.

Kapten Kapal Baruna Jaya IV Wahyoe Pandoe menyebutkan, selain sampel organisme laut dalam, juga diambil 19 jenis batuan dan karang dasar laut dalam. ”Batuan itu akan dieksplorasi kandungan kimiawinya,” ujarnya.

Senyawa koral

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo mengatakan, temuan koral atau terumbu karang di kedalaman 3.500 meter oleh tim Kapal Okeanos Explorer menunjang penelitian lebih lanjut di bidang obat-obatan. ”Senyawa koral bawah laut dalam memiliki kandungan kimiawi yang akan diteliti lebih lanjut untuk obat- obatan penting,” katanya.

Hadir dalam acara penutupan Ekspedisi Index-Satal 2010 yang digelar 24 Juni-8 Agustus 2010, antara lain, Konsul Jenderal Amerika Serikat Kristen Bauer, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan Azis Iskandar, Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Xandramaya Lalu.

Acara penutupan dilangsungkan di Pelabuhan Bitung di dekat kedua kapal tersebut. Menurut Ketua Tim Periset Indonesia Sugiarta Wirasantosa, tim Okeanos Explorer menemukan enam gunung api bawah laut, sedangkan tim Baruna Jaya IV sedikitnya menemukan dua gunung api bawah laut yang masih aktif. ”Kedua tim melakukan eksplorasi di wilayah yang terpisah,” katanya. (NAW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: