Kepala Taman Nasional Hawaii Kagumi Masyarakat Wakatobi

Kendari Ekspres, Buton Raya 2010-08-07 / Halaman 15

Untuk berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan Taman Nasional, pihak kedutaan Besar Amerika Serikat bekerja sama dengan Pemkab Wakatobi menyelenggarakan diskusi bertema pengelolaan taman nasional. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula RM Wisata Wangi-wangi, Kamis (5/8). Dihadiri Asisten II Setda Wakatobi  Drs Ibrahim M.Mpub, Kepala Bappeda Wakatobi Ir Abdul manan MSc, Kepala Badan  Lingkungan Hidup Wakatobi Muh. Ihsan SH, Koordinator Project Leader joint program TNC-WWF Wakatobi Veda Santiaji dan Pengelola Taman Nasional Wakatobi.

Sarah Creachbaum, Kepala Taman Nasional Haleakala yang berada di Pulau Maui, Hawaii, Amerika Serikat memaparkan pengalamannya dalam mengelola taman nasional yang dikelola dengan baik akan memberikan income bagi daerah dan masyarakat. Untuk mewujudkan hal ini, bukanlah suatu hal yang sulit, asalkan antara pemerintah dan pengelola taman nasional serta masyarakat lokal ada kesamaan kepentingan.

Apalagi di Wakatobi, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber daya alam bahari begitu pesat. Sarah Creachbaum juga mengatakan kagum melihat keberhasilan taman nasional, pemerintah dan lembaga-lembaga pemerhati lingkungan di Wakatobi dan Indonesia dalam menyadarkan masyarakat. Prestasi ini menjadikan taman nasional Wakatobi dan Indonesia dalam dalam menyadarkan masyarakat. Prestasi ini menjadikan taman nasional Wakatobi telah maju ketimbang taman nasional di US dalam periode waktu yang sama.

“Di negara kami, pemerintah Amerika Serikat terlibat sangat erat dibawah departemen dalam negeri dalam pengelolaan taman nasional, banyak UU dan aturan yang mengharuskan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan terumbu karang. Ukuran keberhasilan dan bahwa kami telah bekerja dengan bagus dalam mengelola taman nasional adalah ketika tidak ada lagi Bupati yang komplen pada pemerintah pusat”, katanya.

Sarah yakin asalkan dikelola dengan baik Taman Nasional Wakatobi akan menjadi ‘masin pencetak’ Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Wakatobi. Untuk mewujudkan hal itu Wakatobi tak perlu menunggu hingga 100 tahun lebih seperti yang dilakukan Hawaii. Sebab Wakatobi telah dikenal hingga ke mancanegara.

“Jangan ada rasa pesimis, di Amerika butuh 100 tahun lebih, untuk membuat masyarakat merasa memiliki taman nasional. Hasilnya saat ini ada sekitar 2,2 juta turis yang berkunjung di sana setiap tahunnya sehingga mendatangkan banyak uang untuk daerah dan masyarakat”, katanya.

Salah satu yang harus dilakukan adalah penjualan paket kunjungan ke taman nasional yang dipasarkan bersama-sama sehingga wisatawan bisa mengunjungi beberapa taman nasional. Hal terpenting lagi adalah pelibatan operator periwisata yang memasarkan taman nasional ini.

Pada Taman Nasional Haleakala, Pulau Maui, Hawaii, Amerika Serikat pembagian pemasukan antara pemerintah daerah dan taman nasional diatur dengan jelas. Misalnya saja biaya masuk taman nasional sebesar 10 dollar, 7 dollar untuk taman nasional dan 3 dollar masuk pada kas penerimaan negara. *RI/B/LEX.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: