Fenomena Keracunan Dinilai Sebagai Bencana

Media Sultra, Daerah 2010-08-07 / Halaman 7

Fenomena keracunan warga di sekitar Teluk Lasongko dan beberapa perairan Buton telah membuat warga was-was dan enggan mengkonsunsi ikan dan kerang-kerang. Fenomena itu juga telah membuat penjualan ikan menurun drastis. Ini dinilai sebagai Bencana Sosial DKP Buton.

“Dalam waktu dekat akan kami mengusulkan pada Pak Bupati untuk menjadikan peristiwa itu sebagai bencana sosial”, kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Buton, Ir Heru Sungkowo, A.Pi.

Jika fenomena keracunan yang diindikasi adanya kondisi /kejadian red tide yang diakibatkan pertumbuhan plankton yang sangat cepat dan dalam jumlah yang besar ditetapkan sebagai bencana sosial maka masyarakat dapat diberikan bantuan dari pemerintah.

Menurut Heru, pihaknya terus melakukan terobosan dan tidak tinggal diam menyikapi keracunan tersebut.

“Setelah kami menerima laporan itu, kami menghadap Pak Bupati, pak Sekda, dan DKP Provinsi Sultra tentang kejadian di lokasi, juga koordinasi  dengan instansi terkait seperti Konsorsium Mitra Bahari Sultra, Karantina Ikan dan BPPT Jakarta”, kata Heru.

Setelah itu DKP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Karantina Ikan meninjau lokasi dengan mengambil sampel ikan dan kerang. DKP Buton kemudian mengeluarkan himbauan petama tertanggal 4 Juni 2010 dilanjutkan himbauan kedua tertanggal 5 Juli 2010.

“DKP Buton tidak berhenti sampai disitu. DKP juga mengadakan pelatihan di beberapa lokasi terjadinya keracunan yang diindikasikan adanya red tide tadi”, tambah Heru.

DKP Buton terus memantau dan sambil menunggu lembaga-lembaga teknis mengadakan penelitian fenomena keracunan tersebut.

Disamping itu, DKP juga terus menghimbau dalam bentuk lisan dan tertulis kepada masyarakat melalui Camat, Lurah Kepala Desa se-Kabupaten Buton agar masyarakat yang wilayahnya terindikasi peristiwa red tide untuk sementara tidak mengkonsumsi jenis kerang-kerangan dan ikan pemakan plankton.

Untuk menghindari kepanikan masyarakat diminta untuk berkoordinasi dengan pihak terkait apabila di wilayah tersebut terjadi kasus serupa guna meminimalisir penyebab akibat yang ditimbulkannya.

“Himbauan ini bersifat sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel air, ikan dan kerang-kerangan yang dilakukan oleh instansi teknis terkait”. (Bardin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: