Penambangan Pasir Bertenaga Mesin, Illegal

Kendari Ekspres, Ekobis Lokal 2010-08-06 / Halaman 2

Aktivitas penambangan pasir bertenaga mesin di Sungai Konaweha, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe yang kembali beroperasi dinyatakan illegal ilah Dinas Pertambangan Kebupaten (Distamben) Konawe.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Mineral dan Batunara (Minerba), Dinastamben Konawe, Parinringi, yang didampingi Kepala Seksi Eksploitasi dan Eksplorasi, Teggu Murtono dan Kepala Seksi Penetapan Ferivikasi, Harjon saat dikonfirmasi jurnalis koran ini, Kamis (5/8).

“Penebangan pasir menggunakan mesin di Sampara tak memiliki izin dan itu illegal. Yang dibolehkan adalah penambangan tradisional yang menggunakan alat manual”, ujarnya.

Penambangan pasir modern yang pernah diterbitkan akhir tahun 2009 lalu ini, kata dia, kerap kali dilarang beroperasi di Sampara namun karena tuntutan pemenuhan kebutuhan ekonomi, masyarakat nekad melanjutkan aktivitas penambangan kendati itu illegal adanya.

“Distamben tak menerbitkan izin penambangan pasir menggunakan mesin di Sampara sejak April 2010”, ujarnya. Saat ini Distamben hanya menerbitkan izin penambangan pasir modern di Puusangi. Itu pun kata dia hanya tersisa empat buah mesin yang beroperasi.

Bahkan untuk melakukan pengawasan penambangan di Sampara secara berkelanjutan kata Unding, Bupati Konawe telah mengeluarkan mandat dan kewenangan kepada Camat sampara selaku pimpinan wilayah di Kecamatan untuk menertibkan para penambang modern.

Jika para penambang masih bandel, maka lpihak Distamben tak segan-segan akan melakukan upaya penertiban secara terpadu yang akan disertai dengan penyitaan masin penyedot pasir.

Pihak Distamben juga mengakui timbulnya kerusakan lingkungan yang diakibatkan adanya penambangan bertenaga mesin. “Akibat penambangan bisa dilihat benyak jalan-jalan yang longsor di sekitar wilayah penambangan”, ujarnya. Namun unding membantah aktifitas penambangan modern tersebut berkolerasi positif dengan bencana banjir yang melanda wilayah Sampara, Bondoala, dan sekitarnya. *CR1/B/ARI

One Response

  1. sikap pemerintah yang tidak tegas, memberikan peluang kepada masyarakat,,,,
    yang pada akhirnya kerusakan akan di rasakan oleh semua pihak dan seluruh masyarakat sampara,
    kenapa tidak menindak tegas saja! haruskh menunggu sampai keadaan begitu parah lagi,,, coba lihat jalan menuju kecamatan bondoala,,,, hampir tidk bisa dilewati lagi,,,,
    atau nanti setelah jalanan terputus baru akan tegas,,,,????
    selalu begitu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: