1 Warga Terseret Banjir

Kompas, Nusantara 2010-08-06 / Halaman 28

Banjir yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sejak dua pekan lalu menelan korban jiwa. Dawin bin Tang (47), warga Dusun Palakka, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lamuru, tewas terseret banjir pada Rabu (4/8) malam.

Kepala Kepolisian Resor Bone Ajun Komisaris Besar Zarialdi mengatakan, korban tewas diduga akibat terseret arus Sungai Palakka yang meluap saat pulang dari kebun pisangnya sekitar pukul 18.00 Wita. Jenazah korban ditemukan mengapung empat jam kemudian sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian.

”Jarak kebun pisang dengan sungai tak sampai 10 meter. Dari hasil analisis, korban terseret saat berjalan di tepi sungai yang arusnya deras akibat banjir,” kata Zarialdi, Kamis (5/8).

Tinggi genangan banjir di lima kecamatan di Bone masih berkisar 0,5-1 meter. Jalan sepanjang 2 kilometer (km) di Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe, yang menghubungkan Kabupaten Bone dengan Kabupaten Wajo masih terputus. Jalan retak di beberapa titik akibat derasnya luapan Sungai Walanae.

”Kondisi jalan semakin buruk. Warga harus berhati-hati saat melintas karena bisa terperosok ke dalam lubang yang ukurannya kian lebar,” kata Jamaluddin (28), warga Desa Solo.

Meskipun hanya berjarak 34 km ke Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo, pengendara mobil harus memutar lewat Kecamatan Cabbenge, Soppeng, yang berjarak tempuh sekitar 100 km. Adapun pengendara roda dua melewati jalan yang terputus dengan perahu bertarif Rp 25.000.

Tingginya curah hujan di Sulsel bagian timur menyebabkan banjir di Kota Palopo, 367 km utara Kota Makassar. Banjir akibat luapan Sungai Tarobo menerjang Desa Tarobo, Kecamatan Telluwanua, Kamis dini hari. Menurut Camat Telluwanua Hasan, banjir terjadi pukul 04.00 Wita.

Banjir 1 meter menyebabkan 80 keluarga di Dusun Marobo mengungsi di balai desa.

Longsor

Di Passo dan Hunut, Kecamatan Baguala, Ambon, Maluku, sedikitnya lima rumah rusak tertimbun longsoran. Longsor terjadi setelah hujan tanpa henti sepanjang hari Rabu-Kamis. Hujan juga menyebabkan banjir di 10 desa di Kabupaten Buru.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Empat rumah yang tertimbun berada di Kate-Kate, Desa Hunut, Baguala. Satu rumah lagi di Wayori, Desa Passo, Baguala. Longsor di Wayori, Kamis subuh, sempat menimbun dua anak pemilik rumah, yaitu Dein Saimima (7) dan Kifli Saimima (4). Namun, warga bisa segera menyelamatkan mereka.

Kepala Kepolisian Resor Ambon Ajun Komisaris Besar Didik Agung Widjanarko mengatakan, hujan masih terus terjadi dan kemungkinan longsor susulan akan terjadi. Aparat keamanan bersama ketua rukun tetangga mengungsikan sejumlah warga.

Jalur trans-Sulawesi di Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali lumpuh. Setelah pada Selasa lalu sempat terbuka, hari Kamis ruas jalan ini terkena longsor kembali. Akibatnya, arus lalu lintas poros Makassar-Palu-Gorontalo-Manado kembali tersendat. (RIZ/REN/APA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: