Perairan NTT Ditutup

Kompas, Nusantara 2010-08-03 / Halaman 23

Cuaca buruk menyebabkan gelombang di perairan selatan Nusa Tenggara Timur menjadi setinggi 4-5 meter. Akibatnya, perairan itu ditutup untuk pelayaran kapal berbobot mati di bawah 1.000 gross ton karena sangat berbahaya.

Sesuai dengan hasil pantauan satelit, cuaca buruk diprediksi akan berlangsung sampai 7 Agustus 2010. Namun, tidak berarti sesudah itu cuaca akan membaik karena kondisi perairan di seluruh NTT, khususnya wilayah selatan, dipadati kabut tebal, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Kepala Bidang Operasi PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kupang Arnoldus Yansen di Kupang, Senin (2/8), mengatakan, semua armada kapal feri yang melayari perairan selatan NTT, seperti Laut Timor dan sebagian Laut Sawu, tidak dapat beroperasi karena kapal-kapal itu berbobot mati di bawah 1.000 gross ton (GT).

”Kapal feri yang melayari perairan Flores dan Selat Ombai untuk beberapa hari ke depan tidak berlayar karena risiko sangat tinggi,” kata Yansen.

Dengan demikian, jumlah hari yang terlewatkan oleh pelayaran feri sejak Januari-Juli 2010 mendekati tiga bulan. Nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agus Tjatur Iswahyuanto mengimbau masyarakat, termasuk nelayan, agar tidak berlayar di perairan selatan NTT. Gelombang di perairan selatan Timor sampai Laut Arafura berkisar 3-4,5 meter dan kecepatan angin 35-45 kilometer per jam.

Anggota staf Kantor Pelayaran Rakyat Kupang, Dominggus Taopan, mengatakan, pelayaran rakyat ke Rote Ndao, Pulau Semau, dan pulau-pulau terdekat lain juga tidak dilakukan. Pihak pelayaran rakyat telah mengimbau pemilik perahu motor atau kapal motor agar tidak berlayar.

”Meski pelayaran dari Kota Kupang ke Pulau Semau hanya 20 menit, kami larang berlayar untuk beberapa hari ke depan,” katanya.

Keberangkatan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Cucut milik PT ASDP NTT dari Ende menuju Kupang, Senin, dibatalkan karena gelombang di perairan Laut Sawu setinggi 2,5-5 meter. Uang tiket para penumpang dikembalikan.

”Sebelumnya, dari Sumba menuju Ende kondisi cuaca aman- aman saja. Namun, begitu feri akan berangkat dari Ende, kami menerima peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” kata Supervisor PT ASDP Cabang Ende Ebas A Syarif.

Hujan disertai angin kencang yang merata di NTT membuat manajemen maskapai lokal Trans Nusa membatalkan penerbangan Kalabahi (Alor)-Kupang, Minggu, karena cuaca buruk di Bandara El Tari Kupang dan sekitarnya. Pesawat dengan 30 calon penumpang itu terpaksa bermalam di Kalabahi.

Dari hasil pemantauan, gelombang di perairan Pelabuhan Ippi, Senin siang, relatif tinggi dan angin berembus kencang.

Pelabuhan Ende juga diliputi awan tebal dan hujan turun dari pagi sampai sore. Sejak Minggu, Ende diliputi mendung tebal, hujan pun mengguyur sejak pagi sampai malam.

Menurut Tjatur, tingginya gelombang di perairan NTT bersumber dari kencangnya embusan angin dari Benua Australia dan Samudra Pasifik yang bergerak ke Asia.

Penyimpangan musim

Penyimpangan musim tampak nyata di NTT. Sejak Juli hujan masih turun secara sporadis di kawasan itu, termasuk hujan lebat yang turun hampir merata di Kupang dan sekitarnya, sejak Minggu hingga Senin. Padahal, periode ini biasanya telah memasuki puncak kemarau di provinsi kepulauan itu.

Hujan terjadi di Kupang dan sekitarnya sejak Minggu siang disertai angin kencang. Hingga Senin petang, mendung masih menggelayut di angkasa Pulau Timor. Sementara dari Flores dan Sumba dilaporkan, hujan juga turun di kedua pulau itu meski secara sporadis dan tidak lebat.

Kepala BMKG Lasiana, Kupang, Purwanto mengakui telah terjadi penyimpangan musim. Dengan intensitas berbeda, hujan masih dimungkinkan turun di NTT dan Indonesia bagian timur selama bulan Agustus.

Menurut Purwanto, hujan di NTT dan sekitarnya merupakan dampak dari La Nina. Saat ini terjadi perbedaan tekanan udara dan suhu di dua kawasan, yakni Lautan Pasifik bagian tengah yang bersuhu dingin dan bertekanan tinggi dengan kawasan Indonesia timur yang bersuhu tinggi, tetapi bertekanan rendah.(KOR/SEM/ANS)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: