Keracunan Hasil Tangkapan Laut di Sultra Meluas

Media Sultra, 2010-08-03 / Halaman 1

Kasus keracunan siput dan ikan hasil tangkapan nelayan yang sudah berlangsung sekitar satu bulan makin meluas pada sejumlah wilayah lain di Sulawesi Tenggara.

Informasi yang dihimpun di Kendari, bahwa warga yang pertama menjadi korban setelah mengkonsumsi ikan laut adalah warga pesisir Kabupaten Buton kemudian warga Kota Baubau dan Kabupaten Wakatobi. Dalam kurun waktu singkat beredar keluhan dari masyarakat bahwa dugaan keracunan juga menimpa warga Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Utara yang masih bertetangga wilayah.

Musibah keracunan setelah mengkonsumsi ikan dan siput telah menelan korban jiwa meninggal dunia sebanyak empat orang di Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna serta ratusan orang lainnya menjalani perawatan medis.

“Warga yang tercatat keracunan ikan hanya yang menjalani perawatan di rumah sakit tetapi banyak warga pesisir atau yang tinggal dipelosok hanya menjalani perawatan tradisional”, kata warga Kota baubau Zainuddin, Senin (2/8).

Ketakutan warga memakan ikan laut juga melanda warga Kabupaten Buton Utara karena sudah ada warga yang sakit dengan gejala pusing-pusing, muntah dan mata merah. “Kami sudah ketakutan karena beberapa orang diduga keracunan setelah  memakan ikan”, kata Hartono melalui telepon dari Kecamatan Kembowa, Buton Utara.

Ia mencontohkan, Kepala Desa Lagindi Budi Santoso nyaris tewas setelah makan ikan laut namun masih tertolong setelah minum air kelapa muda.

“Untung air kelapa muda mujarab sebagai penawar racun kalau tidak kepala desa kami akan menemui ajalnya”, kata Hartono.

Ia menambahkan seorang warga di Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton diduga meninggal dunia karena keracunan setelah memakan ikan dan siput. “Untung hanya satu orang yang meninggal dunia, padahal satu keluarga makan ikan hasil pancingan. Yang lain terselamatkan setelah minum air kelapa muda”, katanya.

Hasil pengkajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari menemukan kandungan logam berat dalam organ siput dan ikan sehingga menyebabkan keracunan.

“Hasil uji laboratorium sampel siput yang menyebabkan warga Kota Baubau dan Kabupaten Buton keracunan setelah mengkonsumsinya mengandung logam berat berupa tembaga (Vu)”, kata Kepala Balai BPOM Kendari Guntur.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Baubau, Heru mengatakan peristiwa keracunan ikan itu terjadi karena wilayah perairan laut Buton, saat ini dalam kondisi kelebihan phito plankton dan zoo plankton, dua jenis makhluk hidup di laut berukuran kecil yang menjadi makanan biota laut.

“Kami sudah meneliti kondisi wilayah perairan laut Buton. Dua jenis makhluk kecil yang menjadi makanan biota laut itu, saat ini jumlahnya di wilayah perairan laut Buton berlebihan. Kuat dugaan, plankton tersebut terbawa arus laut musim Timur dari laut Banda”, katanya. (OL-04/MI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: