DPRD Minta Tata Kota Awasi Garis Sempadan

Media Sultra, Ibukota 2010-08-02 / Halaman 6

Alwi, Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, meminta kepada Dinas Tata Kota dan Perimahan Kota Kendari melakukan pengawasan ketat terhadap bangunan yang melanggar garis sempadan (batas bangunan). Hal tersebut untuk menindak lanjuti temuan DPRD Kota terkait pelanggaran sempadan.

Menurutnya, pihak dewan akan turut melakukan pengawasan terhadap bangunan di Kota Kendari. Adapun yang melanggar garis sempadan, pihak dewan akan meminta Dinas Tata Kota memberikan surat peringatan.

“Jika surat peringatan tersebut tidak ditindak lanjuti kami akan meminta pihak Tata Kota membongkar bangunan tersebut”, katanya di DPRD Kota Kendari, Jumat (30/7).

Untuk diketahui, berdasarkan kunjungan lapangan oleh Komisi III DPRD Kota Kendari beberapa waktu lalu, ditemukan dugaan pelanggaran garis sempadan di Swiss Bell Hotel.

Menurut Ketua Komisi III, Aladin, garis sempadan pagar (GSP) yang ditetapkan pemerintah adalah 20 meter dari median (Trotoar tengah jalan). Namun, saat dilakukan pengukuran, GSPnya hanya 13 meter dari median.

Berdasarkan temuan itu, Aladin menghimbau agar pihak hotel segera membongkar taman serta tempat parkir di hotel tersebut yang langgar GSP.

Sementara itu, Manager Swiss Bell Hotel, Fauzi Firdaus, mengaku, akan berupaya menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait GSP tersebut. Pihaknya meminta agar pemerintah memberikan waktu dalam melakukan pembongkaran. (M-4/Ms-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: