PT Cipta Jaya dan DBK Menunggak Royalti

Lendari Ekspres, Ekobis Lokal 2010-07-29

Manajemen Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha Kolaka, pimpinan Alwi Ananda siap memenuhi tuntutan warga Desa Pesouha yang menuntut ganti rugi hasil tanaman warga yang rusak akibat aktivitas penambangan di Gunung Pomalaa.

Humas Perusda, Haning Abdullah, mengatakan, manajemen Perusda bertemu dengan Ketua Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) dan tokoh masyarakat setempat guna mencari solusi atas tuntutan warga. “dari Perusda siap menanggung semua biaya yang ditimbulkan atas kerugian warga, asal jelas”, katanya, Rabu (28/7) di kantor Perusda.

Selain itu, Perusda juga siap membangun fasilitas umum untuk kepentingan masyarakat, dimana pelaksanaannya sendiri akan dikerjakan langsung oleh masyarakat melalui BPD dan desa. “Kami tinggal menunggu usulan program dari mereka, biayanya kami siapkan”, katanya.

Menyinggung adanya desakan penghentian aktivitas penambangan seperti instruksi bupati, Haming mengatakan, instruksi tersebut berlaku bagi perusahaan mitra Perusda yang bermasalah atau belum menyelesaikan setoran kewajibannya, baik kepada Negara maupun kepada Perusda sendiri sesuai kontraknya.

Menurutnya, instruksi pengehentian penambangan berlaku bagi PT Cipta Jaya dan Dharma Bumi Kolaka (DNK) selaku perusahaan yang menambang di areal Perusda. Kedua perusahaan tersebut dihentikan karena belum menyelesaikan kewajibannya berupa royalti pada negara maupun kewajibannya pada Perusda itu sendiri.

Menurut haning, Cipta Jaya sendiri, selama menjadi joint Perusda dalam hal ini penambangan, hingga 9 kali melakukan pengapalan Ore dengan jumlah Ore yang telah dikapalkan sebanyak 466.333 ton, sama sekali belum menyetorkan royaltinya pada negara.

Begitu pun dengan DBK, hingga 3 kali pengapalan belum juga menyetorkan royaltinya maupun secara khususnya utangnya pada Perusda. “Kepada Perusda saja, DBK masih menunggak utang Rp 1,8 Miliar, begitu juga Cipta Jaya masih sekitar Rp 3 miliar”, katanya.

Menurut Haning, kalau utang pada Perusda mungkin masih bisa dikonpromikan, tetapi utang royalti pada negara itu tidak bisa dibiarkan. “Kalau kita biarkan, nanti Perusda dianggap membiarkan terjadinya korupsi”, katanya. *SAB/ARI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: