Dua Tewas, Tiga Kritis Karena Keracunan Kerang Laut

Media Sultra, 2010-07-27 / Halaman 1

Satu keluarga, Warga Desa Lakapera, Kecamatan Gu, keracunan usai mengonsumsi kerang, Sabtu (24/7). Akibatnya, dua tewas dan tiga lainnya masih kritis.

Warga yang keracunan yakni, La Deu (50) Kepala keluarga dan anaknya Wagonto (12) meninggal. Sedangkan Wa Nai (45) istri, dan anaknya yakni La Rudi (13) La Haji (3) masih kritis.

Sumber Media Sultra menyatakan, La Deu pada hari naas itu mencari kerang di sekitar Teluk Lasongko. Meski warga setempat telah memperingatkan namun korban tak mengindahkannya.

“La Deu memaksa istrinya untuk memasak kerang. Padahal istrinya ketika mencuci kerang itu tangannya kram. Dan anak-anak La Deu yang lain memilih untuk tidak mengkonsumsi kerang tersebut”, kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Akibat keracunan tersebut La Deu sekeluarga di larikan di Puskesmas Lombe sekitar pukul 14.00 Wita hari itu juga. Namun, nyawa La Deu tak dapat diselamatkan. Sementara anaknya, Wa Gonto (12) menghembuskan napasnya sekitar pukul 24.00 Wita (malam). Sementara korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Baubau.

Kepala Badan Infokom Kabupaten Buton La Halimu saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Lima orang warga Lakapera, mengalami keracunan akibat mengkonsumsi kerang. Dua orang korban dan 3 lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Baubau”, kata camat Gu, Muh. Isa S yang dihubungi ponselnya.

Menurut Isa, warganya telah diperingatkan akan bahaya mengkonsumsi kerang-kerangan. Pemberitahuan itu berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton yang dutandatangani langsung oleh Kadis DKP Buton, Ir Heru Sungkowo.

Disinyalir saat ini di beberapa lokasi perairan Kabupaten Buton (terutama di sekitar wilayah Teluk Lasongso dan Selat Buton), telah terindikasi adanya kondisi/kejadian red tide yang diakibatkan oleh pertumbuhan plankton yang sangat cepat dan dalam jumlah besar.

“Sehingga terjadi kematian plankton di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan sifat racun pada organisme tersebut”, kata Isa, menitukan peringatan DKP.

Dikatakan, organisme perairan yang memakan plankton tersebut (terutama kerang-kerangan dan ikan pemakan plankton) akan mengakumulasi kandungan racun dalam dagingnya. Apabila organisme yang sudah dikonsumsi oleh manusia akan berbahaya.

Untuk menghindari kepanikan, masyarakat diminta melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila di wilayahnya terjadi kasus serupa guna meminimalisir penyebab dan akibat yang ditimbulkannya.

“Himbauan ini bersifat sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium atas sample air, ikan dan kerang-kerangan yang dilakukan oleh pihak terkait”, kata Isa (Has/Ms-2)

One Response

  1. Terima kasih atas informasinya…
    Wachhhhhhhhh…….serem sekali tuch keracunan kerang sampai ada yang meninggal..??
    Harus berhati2 dulu atuch mas/mbk….
    Salam kenal yach…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: