Ratusan Warga Aksi Bersih

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-07-26 / Halaman 9

Hujan yang mengguyur malam Minggu kemarin hingga pagi hari tidak menyurutkan semangat warga kompleks BTN BPN Kelurahan Powatu, Kecamatan Powatu untuk melakukan aksi program Kendariku Bersih dan Sehat 2010. Tepat pukul 07.00 Wita, warga kompleks yang jumlahnya lebih 100 KK berhamburan keluar rumah.

Mulai dari kalangan anak-anak, ibu rumah tangga hingga bapak keluar rumah membawa sapu, cangkul, arit dan mesin rumput. Bahkan tidak lupa membawa sendok sampah dan karung keluar rumah. Mereka benar-benar memfokuskan diri untuk membersihkan kompleksnya yang luasnya sekitar 3 hektar.

Suasana menjadi ramai lagi, karena kehadiran kelompok Lakoci Powatu dan mahasiswa STMIK Bina Bangsa Kendari turut ambil bagian dalam program aksi Kendariku Bersih dan Sehat, yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Kendari dengan harian Kendari Pos. Kehadiran mahasiswa KKP STMIK Bina Bangsa ini memberikan pengetahuan praktis dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Sebelum mahasiswa KKP memberikan penjelasan singkat tentang membuat kompos Takakura, terlebih dahulu Camat Powatu Muskam, S.Sos,MSi, memberikan pengarahan di hadapan seluruh warga yang sudah melakukan bersih-bersih kompleks.

Muskam menjelaskan bahwa pemerintah Kecamatan Powatu mempunyai program Ceria yang merupakan implementasi dari program Kendariku Bersih dan Sehat. Selain itu, ada program gerakan masyarakat (Gemas) memberantas DBD.

Usai memberikan penjelasan, dilanjutkan cara membuat kompos dari limbah rumah tangga oleh mahasiswa STMIK Bina Bangsa. Meski hanya menggunakan waktu sekitar 10 menit, namun warga sangat antusias bertanya. Terutama dalam hal komposisi dan wadah yang digunakan untuk membuat kompos alami itu.

Setelah penjelasan mengenai kompos rumah tangga, dilanjutkan dengan penyuluhan pemberantasan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) oleh Ny Lisbet dari Puskesmas Powatu. “Nyamuk paling cepat berkembang biak dalam bak air atau sampah-sampah yang lembab. Karena itu, warga harus rajin menguras bak dan jangan membuang sampah sembarangan, utamanya sampah kaleng yang dapat menampung air,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Ny Lisbet berharap selain rajin menguras bak air, warga juga diminta memakai abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk dalam air. Sehingga nyamuk tidak bisa berkembang biak. Abate dapat disimpan dalam bak air dan dapat bertahan antara 2 sampai 3 bulan lamanya. (dri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: