Sampah, Pendapatan yang Tertunda

Kendari Ekspres, 2010-07-23 / Halaman 1

Oleh : Puput Harianti

Siapa sangka, sejumlah barang-barang rumah tangga yang dibuat, seperti sendal, tempat tisu, tas, temapt buku dan masih banyak lagi, rupanya berbahan sampah yang tidak dipakai lagi. Limbah-limbah rumah tangga ini, disulap menjadi barang lebih berguna dan bermanfaat bahkan bernilai ekonomis.

Kegiatan, Kamis (22/7), yang beertempat di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari, merupakan kegiatan tindak lanjut dari materi edukasi yang diberikan sebelumnya tim dari Makassar Green and Clean (MGC), untuk melakukan pengelolaan sampah agar lebih bermanfaat.

Sebanyak empat puluh peserta perwakilan dari sepuluh kecamatan se-Kota Kendari, mengikuti kegiatan BLH Kendari yang terlaksana selama dua hari itu. Beberapa peralatan telah disiapkan oleh badan ini, guna mendukung pelaksanaan pelatihan, diantaranya mesin jahit, lem lilin, beragam sampah anorganik seperti kulit sabun, indomie, bungkusan minuman sasehet dan masih banyak lagi.

Para peserta ini, dengan rapi duduk melantai mencoba mengkeasikan untuk membuat suatu benda. Misalnya Ibu Mardiana, mencoba mambuat tempat pingsil dengan berbahan koran dan botol minuman aqua, yakni dengan membagi kertas koran menjadi beberapa bagian, selanjutnya bagian-bagian tersebut digunting.

Usai digunting, diambil satu bagian memanjang lalu dipliterkan keseluruhannya. Untuk memadatkan plinteran itu, sesekali jari memasukkan kedalam air guna menyerapkan kertas koran, yang akan dipadatkan. Setelah semua bagian koran memadat, maka dilipatkan dengan rapi menutupi botol aqua, dengan menggunakan lem lilin. Setelah itu maka jadilah tempat pingsil yang unik.

Bukan Cuma itu, ada juga yang membuat tas dengan bungkusan detergen, yakni dengan memotong kulit detergen menjadi bagian-bagian kecil, lalu di gabungkan dengan jahitan. Tentu untuk membuatnya butuh keterampilan khusus, maka pembuatannya didampingi oleh tim MGC itu.

Direktur Yayasan Peduli Negeri, Daharuddin Ridwan, mengatakan kegiatan itu diterapkan di Makassar. “Pembuatan benda-benda ini sangat gampang, tinggal bagaimana diberikan pembibingan kepada masyarakat, untuk dikembangkan”, katanya.

Menurutnya, sampah adalah pendapatan yang tertunda, sebab selama ini masyarakat hanya menganggap sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan harus disingkirkan, padahal bila dikelola dengan baik, maka dapat memberikan banyak manfaat.

“Pengelolaan sampah banyak keuntungannya, diantaranya menyelamatkan lingkungan dari pembuangan sampah, dari sisi ekonomi dapat bernilai  uang, dapat membentu pemerintah dari segi pengurangan sampah apalagi Kota Kendari bertujuan sebagai Kota Adipura. Tentu dengan kegiatan ini terlebih bila diterapkan setiap rumah tangga, akan mengurangi volume sampah dan dapat menambah pendapatan keluarga”, jelasnya.

Dia pun menyatakan kesediaannya bila kedepan dipanggil lagi, untuk memberikan pembibingan pengelolaan sampah di Kota Kendari. Motivator MGC Achmad Sese. Menyatakan hal sama bahwa dirinya selalu siap untuk membantu.

Seorang ibu PKK dari Kelurahan Korumba mengungkapkan  keinginannnya untuk mengikuti pelatihan itu. “Sudah dua tahun saya menyiapkan beberapa plastik, sebab pernah berkunjung di daerah lain, yang telah menerapkan kegiatan ini. Usai kegiatan ini, tentu saya akan mengajak anak-anak muda di Kecamatan untuk menerapkan keterampilan ini”, katanya.

Sementara itu, Kapala Badan Lingkungan Hidup Kota Kendari, Ir Hj Tin Farida mengungkapkan bahwa hajatan itu telah lama diniatkannya. Kedepan kegiatan itu akan ditingkatkan, mulai dari teknis pembuatan hingga pemasaran. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: