BLH Kendari Terpikat MGC

Kendari Ekspres, Kota Kendari 2010-07-22 / Halaman 9

Ekspresi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari Tin Farida, tak bisa menyembunyikan ketertarikan dan kekaguman pada proigram Makassar Green and Clean (MGC), sebuah program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang bisa menyulap wajah kota menjadi bersih dan hijau. Bukan hanya Tin Farida, semua peserta yang mengikuti presentase program MGC dari Direktur yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan, sebagai pelaksana teknis MGC dan motivator MGC Ahmad Sese di Aula BLH Kota Kendari, Rabu (21/7), dibuat ‘jatuh hati’ pada program tersebut. Turut hadir dalam kegiatan yang akan dilaksanakan sampai Kamis (22/7) hari ini, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kementerian Lingkungan Hidup Regional Sumapapu (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Andi Syafiuddin.

Usai presentase Syarifuddin kepada Kendari Ekspres memaparkan, MGC adalah salah satu program yang berhasil dikembangkan sejak 28 Juni 2008 di Makassar hasil kolaborasi lima pihak, yaitu PT Unilever, Pertamina, Harian Fajar, Pemkot Makassar, dan Yayasan Peduli Negeri. Konsep MGC itu sendiri merupakan adopsi dari Surabaya Green and Clean yang juga diprakarsai PT Unilever Indonesia melalui ULI Peduli.

MGC, lanjut dia, merupakan program lingkungan yang menggunakan pendekatan bernasis pemberdayaan masyarakat. Sejauh ini, bentuk kegiatan ini adalah konpetisi kebersihan lingkungan yang dimulai dari antar RW, antar lingkungan dengan menitikberatkan pada pengelolaan sampah dan pnehijauan. “Tolak ukur dari kegiatan ini adalah pengurangan sampah di kalangan rumah tangga. Jadi, selain  menghijaukan lingkungan dengan berbagai tanaman, dalam program ini masyarakat dimotivasi untuk memanfaatkan sampah-sampah anorganik dan koran-koran bekas menjadi suatu yang bermanfaat, seperti bagaimana plastik-plastik yang sudah tidak berguna bisa di daur ulang menjadi tas yang bernilai ekonomis”, terangnya.

Di Makassar, kata Syafiuddin, program MGC sudah memasuki tahun ketiga. Selama dua tahun berjalan hingga kini, program tersebut banyak memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan Makassar. Pemkot Makassar sangat terbantu malalui kegiatan pembinaan dan pendampingan dari pihak Unilever, Harian Fajar, dan Yayasan Peduli Negeri, beserta para motivator.

“Kota makassar layak dijadikan salah satu andalan program green and clean di kawasan timur Indonesia. Makanya, pada MGC Makassar ingin mencoba mantransfer kebersihan Kota Makassar untuk bisa diterapkan di Kota Kendari. Mengapa Kota Kendari ? Kita Ketahui bahwa Kota Kendari telah mendapat penghargaan Piala Adipura berturut-turut dua kali. Ini merupakan prestasi yang sangat begus dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih. Dengan prestasi ini, kami yakin bapak wali kota punya spirit yang tinggi untuk tetap menjadikan Kendari sebagai Kota yang bersih, indah, dan hijau selalu”, papar Syafiuddin.

Direktur Yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan, mengatakan, pihaknya siap  berbagi ilmu dan pengalaman kepada Pemkot Kendari tentang bagaimana tips dan trik mengola lingkungan yang bersih dengan pendekatan berbasis masyarakat. Dia berharap, walikota bisa mengadopsi program tersebut untuk diterapkan di Kota Kendari. Saat presentase, Sahar menampilkan  slide foto-foto dan vidio sudut-sudut kota diberbagai wilayah di Makassar yang semula kumuh kini berubah menjadi bersih dan hijau.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Tin Farida, mengaku terpikat dengan program MGC. Menurut dia, MGC merupakan program yang perlu dicontoh dan diterapkan di Kota Kendari untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. “Kita berharap kegiatan seperti yang dilakukan hari ini tidak hanya sampai disini, tetapi dapat berkelanjutan. Kalau di Makassar bisa diterapkan Makassar Green and Clean, maka di Kota Kendari kita bisa terapkan seperti itu agar Kendari menjadi bersih dan hijau”, kata Tin.

Tentunya, lanjut dia, untuk mewujudkan program tersebut di Kendari harus dimulai dari lingkungan yang paling kecil sebagai langkah awal, pihaknya akan membina beberapa anggota menjadi motivator selanjutnya akan ditepatkan di wilayah-wilayah binaan.

“Sebagai langkah awal, kita akan bina dahulu satu atau dua kelurahan sebagai percontohan. Kita targetkan, tahun ini sudah ada dua kelurahan yang bisa mandiri, selanjutnya kita tularkan pada kelurahan-kelurahan lain. Sebagai motivasi, kita akan berikan reward (penghargaan,red) kepada wilayah-wilayah yang dianggap berhasil agar lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan yang lebih banyak lagi. Tentunya, untuk mewujudkan hal ini, kita butuh kesadaran dan kemauan dari masyarakat”, harapnya.

Lanjut presentase hari ini dari tim MGC adalah praktik pembuaran kerajinan tangan dari bahan sampah anorganik . “Kami sangat puas mendengar presentase hari ini. Jika program ini bisa diterapkan di Kendari, ini sangat bagus”, jelas seorang peserta. *CR4/B/HEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: