Pelepasan Hutan Konversi Berisiko

Kompas, Lingkungan & Kesehatan / Halaman 13

Pelepasan 22.605 hektar serta perubahan 15.024 hektar hutan konservasi menjadi hutan produksi dalam revisi rencana tata ruang wilayah Provinsi Gorontalo dinilai berisiko. Upaya itu berpotensi memperparah banjir serta menimbulkan pencemaran limbah pertambangan.

Kota Gorontalo berada di dataran rendah sehingga limbah pertambangan emas dikhawatirkan mencemari wilayah kota.

Penilaian ini disampaikan pemerhati lingkungan hidup dan perencana tata ruang di sejumlah daerah pemekaran, Danny Pomanto, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (20/7). Berdasarkan hasil kajiannya, alih fungsi hutan konservasi menjadi hutan produksi bakal mengganggu areal tangkapan hujan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Hal ini sejalan dengan desakan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia yang berkantor di Jakarta, yang meminta agar pelepasan lahan tersebut dibatalkan (Kompas, 20/7).

Potensi gangguan pada areal tangkapan hujan terlihat pada rencana pemanfaatan sebagian hutan produksi menjadi kawasan pertambangan emas seperti tertera dalam peta Blok Kontrak Karya dan Kuasa Pertambangan Provinsi Gorontalo. Limbah asam dari pertambangan emas berpotensi mencemari Sungai Bone di sebelah utara dan akan merusak terumbu karang di Teluk Tomini di sebelah selatan kawasan yang dialihfungsikan.

Selain itu, kebijakan alih fungsi dinilai tidak tepat karena kawasan yang dipilih memiliki kemiringan lereng 40 derajat dan sebagian kawasan berketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut. Dengan curah hujan rata-rata lebih dari 175 mm, areal ini termasuk kawasan hutan lindung sesuai Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Alih fungsi hutan juga bakal merusak kawasan di sekitar hulu Sungai Bone. Apabila areal ini rusak, debit air dari sungai menuju Danau Limboto di Kota Gorontalo jadi lebih besar. Akibatnya, beban yang harus diemban Danau Limboto semakin banyak karena danau seluas 3.000 hektar (ha) ini merupakan hilir Sungai Bolango dan Sungai Tamalate.

Banjir yang selalu terjadi setiap tahun di Kota Gorontalo diperkirakan akan semakin besar mengingat lebar sungai di Pelabuhan Gorontalo, sebagai satu-satunya muara ke laut, tidak sampai 500 meter. Danny juga mengingatkan, alih fungsi tersebut mengancam sejumlah spesies flora dan fauna endemik di TNBNW.

Dalam taman nasional ini terdapat 24 jenis mamalia, 125 jenis burung, 11 jenis reptilia, serta sejumlah satwa dan flora yang endemik TNBNW. Wilayah tersebut masuk dalam kawasan garis Wallace.

”Rencana untuk membuat kawasan pertambangan tidak jadi masalah jika pemerintah memilih cara yang lebih aman,” tutur Danny. Menurut dia, upaya membenahi pertambangan tanpa izin yang saat ini tersebar di lahan seluas 400 ha dinilai lebih baik ketimbang mengalihfungsikan lahan 15.024 hektar. ”Pemerintah perlu menyadarkan para penambang liar agar tidak lagi menggunakan sianida dan merkuri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Provinsi Gorontalo Budi Prihanto berkilah, rekomendasi alih fungsi lahan itu merupakan upaya membenahi kawasan yang sudah rusak akibat perilaku penambang liar.

”Kerusakan akibat sianida dan merkuri sudah sangat meresahkan. Upaya memperbaiki lingkungan adalah dengan alih fungsi karena selama masih menjadi kawasan konservasi akan terbentur Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup,” ujar Budi yang juga pengajar di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Dia menambahkan, rencana memanfaatkan kawasan untuk pertambangan sepenuhnya sudah menjadi wewenang pemerintah daerah.

Namun, tim telah merekomendasikan agar pertambangan mengedepankan sistem yang ramah lingkungan. Upaya alih fungsi lahan konservasi yang sudah rusak juga akan dilakukan di beberapa taman nasional, seperti Kutai (Kalimantan Timur) dan Bukit Barisan Selatan di Sumatera Barat. (RIZ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: