Titik Api Mulai Bermunculan Kembali

Kompas, Nusantara 2010-07-20 / Halaman 23

Sekitar 20 titik api mulai bermunculan di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan, khususnya di rawa dan hutan. Titik api dari aktivitas pembukaan lahan dan hutan ini perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak meluas.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Minggu (18/7)-Senin (19/7), aktivitas pembakaran lahan terlihat di lahan gambut dan rawa lebak di sepanjang jalan lintas timur (jalintim), mulai dari Kecamatan Gandus, Kota Palembang, hingga Kecamatan Pemulutan dan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir. Tak kurang dari 15 titik api kecil tersebar di sejumlah lokasi.

Berdasarkan data dinas kehutanan dan kepolisian, kebakaran lahan juga terjadi di Musi Rawas, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu Timur. Salah satu titik api terbesar terjadi di Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas.

Camat Muara Kelingi Musadik Nanguning saat dikonfirmasi dari Palembang mengatakan, titik api muncul sepekan lalu. Sebagian warga sebenarnya sudah tahu, tetapi tidak menghiraukan karena masih kecil. Apalagi, titik api selalu ada pada musim kemarau.

”Setelah empat hari ternyata titik api membesar. Hingga hari Minggu, api sudah membakar hutan gambut dan produksi seluas 20 hektar. Pemadaman api dilakukan tim kepolisian, dinas kehutanan, dan warga,” katanya.

Meski sudah dipadamkan sejak kemarin, Musadik menambahkan bahwa Kepolisian Resor Musi Rawas masih berada di lokasi untuk menyelidiki penyebabnya. Polisi sudah meminta keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi.

Adapun titik api yang muncul di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir disebabkan oleh aktivitas warga membuka lahan rawa gambut. Menurut Hasnan Habib (45), warga Desa Ibul Besar, setiap musim kemarau dia dan sebagian warga membuka lahan gambut dan rawa lebak.

”Cara paling murah untuk membuka rawa gambut ya dibakar. Lahan akan dijadikan areal pertanian jagung dan padi rawa. Tujuannya mencari tambahan penghasilan,” kata Hasnan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Kenten Kota Palembang M Irdham memaparkan, selama kemarau tahun 2010 ada enam kabupaten/kota yang rawan bencana kebakaran, yaitu Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, Kota Palembang, Musi Rawas, dan Muara Enim. Hingga tahun 2009 bencana kebakaran lahan dan hutan di Sumsel selalu terulang.

”Pemerintah perlu mengantisipasi sedini mungkin. Jangan sampai meluas dan mengganggu warga di permukiman maupun jalan raya,” kata Irdham.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, pihaknya baru menandatangani nota kesepakatan tentang penanggulangan bencana yang melibatkan Pemprov Sumsel, Tim Penanggulangan Bencana PT Bukit Asam, dan Unit Fire Rescue SAR. Salah satu tujuannya adalah untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. (ONI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: