300 Hekter sawah Terendam Lumpur Merah

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-07-17 / Halaman 5

Puluhan petani di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa kini resah. Sekitar 300 hektar sawah mereka yang telah ditanami padi terancam gagal panen akibat tercemari lumpur berwarna merah yang berasal dari areal pertambangan di desa tersebut. Ketua Kelompok Tani Pesouha, Sallu mengatakan, lumpur merah mulai masuk ke areal persawahan mereka sejak maraknya pembukaan pertambangan. ” Kondisinya semakin parah akibat hujan deras yang terus terjadi beberapa hari terakhir ini,” keluh Sallu.

Ia dan petani lainnya berharap Pemkab Kolaka segera melakukan langkah untuk  meminimalisir ancaman gagal panen akibat air sawah yang tercemar lumpur tambang. Sebelumnya ratusan warga Pesouha dan beberapa desa lainnya yang menerima dampak menjamurnya eksploitasi nikel oleh para pemegang izin usaha pertambangan di Pomalaa, telah berunjukrasa ke DPRD Kolaka. Mereka menuntut tanggungjawab Perusahaan Daerah (Perusda) Kolaka bersama mitra pengusaha tambangnya  sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan akibat aktivitas itu di wilayah desa mereka. Pemkab Kolaka dan DPRD serta perwakilan warga sendiri telah membentuk tim investigasi mengusut dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang itu. (cr3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: