Ratusan Hekter Padi di Pondidaha Masih Terendam Banjir

Media Sultra, 2010-07-16 / Halaman 1

Ratusan hekter padi siap panen di enam desa di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, masih terendam banjir. Desa-desa tersebut adalah Sulemandra, Laloika, Wonua Monapa, Amondowu, Ambulanu, Ahwa Watu dan Desa Lalondanke. Petani kini hanya pasrah melihat ha,paran sawah mereka yang tergenang air.

Dari 500 hekter sawah di enam desa tersebut, sekitar 200 hekter dipastikan gagal panen (puso), sementara 300 hekter lainnya sudah di panen sebelum banjir.

“Tapi ini tetap saja kami anggap gagal karena berasnya rusak, sehingga tidak ada yang mau membelinya. Rasanya pahit dan warna kehitam-hitaman. Petani di sini membeli beras di desa tetangga yang tidak kena banjir”, kata Herman. seorang petani desa Sulemandra, Rabu (14/7).

Banjir juga merendam sekitar 200 hekter kacang kedelai siap panen di enam desa tersebut. Kerugian petani akibat banjir diperkirakan miliaran rupiah. Banjir terparah melanda desa Sulemandra.

“Sawah kami tidak ada lagi yang kelihatan, air menenggelamkan sawah kami”, kata Herman.

Selain itu, banjir juga merendam puluhan rumah di Desa Laloika dan Desa Wonua Monapa. Air masih pada ketinggian 1 meter. Sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah, ada juga yang masih tetap bertahan. Kepala Desa Laloika Dwi Marjoko mengatakan, sekitar 24 rumah warganya kini masih terandam banjir. Sementara desa tetangga Wonua Monapa sebanyak 26 rumah.

Kades Ambulanu, Tito, mengatakan, pasca banjir nanti yang sangat dibutuhkan petani adalah bibit. Petani kesulitan bibit padi akibat gagal panen. Harga bibit mahal dan sulit dijangkau petani.

“Warga di sini sudah mendapatkan bantuan dari Pak Bupati, tapi petani juga berharap bantuan bibit dari pemerintah”, ujarnya.

Anggota DPRD Sultra Syamsul Ibrahim yang meninjau lokasi banjir, Rabu siang (14/7), meminta pemerintah Kabupaten Konawe dan Provinsi segera membantu bibit kepada petani.

“Pasca banjir ini yang paling mereka (Petani) butuhkan adalah bantuan bibit padi. Petani tidak saja sulit mendapatkan bibit, tapi harga bibit yang sangat mahal”, kata Politisi dari partai Demokrat itu.

Syamsul juga meminta kepada instansi terkait segera memperbaiki tanggul yang jebol agar banjir tak lagi menggenangi sawah dan rumah warga. (tam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: