Gubernur : Kabaena Miliki Banyak Nikel dan Keramik

Kendari Ekspres, Bisnis Lokal 2010-07-16 / Halaman 5

Untuk mendorong pembangunan di Kecamatan Kabaena. Kabupaten Bombana, membutuhkan komitmen dan keseriusan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten.

Hal ini disampaikan Gubernur Sultra, H Nur Alam SE dalam kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Kabaena, Minggu (11/7).

“Kabaena merupakan daerah kepulauan terluar di Sultra, yang tidak dilalui jalur strategis. Seseorang tidak mungkin berkunjung ke daerah ini jika tidak memiliki kepentingan”, kata Nur Alam dalam sambutannya pada acara ramah tamah di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat.

Daerah Kabaena menurut Nur Alam, memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak sedikit khususnya tambang nikel dan batu keramik. Namun sampai sekarang daerah ini masih belum berkembang.

“Membangun daerah ini bukan hal yang sulit. Hanya diperlukan komitmen khususnya pemerintah kabupaten setempat. Apalagi, daerah ini memiliki kakayaan alam yang tidak sedikit”, ucapnya.

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sultra telsah menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan tambang (PT Bili) untuk membangun wilayah tersebut, khususnya perbaikan fasilitas jalan raya Sikeli-Donggala dan menuntaskan pembangunan jalan Desa Nageno ke Desa Tangkeno.

“Kita harus melibatkan investor untuk membangun daerah kita. Pasalnya, mengharapkan APBN dan APBD tidak akan cukup untuk mengakomodir semua aspek pembangunan daerah”, ujar Nur Alam, dihadapan tokoh masyarakay Sikeli.

Dalam kunjungan untuk mencanangkan pembangunan jalan Desa Enano ke Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah ini, Ketua DPW PAN Sultra ini mengaku, pihaknya akan mengawasi pengelolaan  sumber daya alam Kabaena agar dikelola secara baik dan adil. *P3/B/DUL

One Response

  1. Nur Alam mengatakan Kabaena kaya, subur, tapi terisolir. Sebennarnya itu semua adlh tugas PEMDA Sultra untuk mengatasinya. Gunakan kekayaan tsb untuk sarana transfortasi laut, dan darat. Sejak merdeka hingga kini rus jalan yg diaspal di seluruh Kabaena (pulau) tdk sampai 10 km, dgn kondisi rusak parah. Jadi kalo ada hsl tambang ya janganlah hanya dinikmati oleh pejabatnya, tapi gunakanlah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, sesuai amanat UU. Bayangkan, semasih bergabung dgn Buton, yg penghasil aspal, tdk semeterpun jalan yg dibangun. Semua msh jln yg dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, yg hanya bisa dilalui oleh kuda dan pejalan kaki. Ironis kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: