Lembar Informasi 2010-04 Mendorong Implementasi Pengelolaan Hutan Negara Oleh Masyarakat, melalui Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Di Kabupaten Konawe Selatan

Mendorong Implementasi Pengelolaan Hutan Negara Oleh Masyarakat, melalui Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Di Kabupaten Konawe Selatan

Program pemberdayaan masyarakat didalam dan sekitar hutan dalam rangka pengelolaan hutan secara lestari merupakan hal penting untuk dilaksanakan.  Mengingat sampai dengan saat ini pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara lestari masih sangat kurang.  Pada era sekarang ini pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan merupakan salah satu program prioritas dari departemen Kehutanan.  Hal ini tercermin dalam PP 06 tahun 2007 yang membuka peluang bagi pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengelolaan hutan secara lestari.  Model-model pengelolaan hutan yang mungkin dilakukan oleh masyarakat yang tercantum dalam PP tersebut, antara lain: Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

DiKabupaten Konawe Selatan, upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan negara telah dimulai sejak tahun 2003 melalui program Social Forestry yang dicanangkan oleh Presiden RI di masa itu.  Sayangnya, akibat tidak adanya kepastian hukum karena tidak adanya ijin pengelolaan AKSF dari Menteri Kehutanan (alasannya karena social forestry tidak memiliki payung  hukum), sehingga semua upaya yang telah dilakukan tersebut belum memberikan manfaat, khususnya yang berkaitan dengan akses masyarakat terhadap sumberdaya hutan.  Akibat tidak adanya ijin pengelolaan sebagai legalitas formal bagi masyarakat dalam pengelolaan hutan negara, upaya kelompok masyarakat dalam melakukan pengamanan partisipatif menjadi sia-sia.  Kegiatan illegal logging pun semakin marak.  Dari luas kawasan hutan produksi ±96.000 ha, sekitar 65% telah rusak akibat illegal logging. Ketidakjelasan status pengelolaan hutan merupakan faktor utama terjadinya illegal logging.

Dengan dukungan multipihak, JAUH dan KHJL menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan serta melakukan konsultasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait (instansi kehutanan) termasuk Pemda Konawe Selatan.  Hasilnya, pada tanggal 26 November 2008, Menteri Kehutanan RI mengeluarkan SK Pencadangan HTR di Kabupaten Konawe Selatan seluas ± 9.835 ha sesuai dengan SK Menteri Kehutanan RI No: SK.435/Menhut-II/2008.  Surat Keputusan dan peta pencadangan HTR tersebut selanjutnya diserahkan secara langsung oleh Menteri Kehutanan RI kepada Bupati Konawe Selatan pada tanggal 10 Desember 2008, bertempat  di  Desa Lambakara Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Proses pengurusan IUPHHK HTR KHJL pun terus bergulir. Pasca terbitnya SK pencadangan tersebut, KHJL segera mengajukan permohonan IUPHHK HTR kepada Bupati Konawe Selatan seluas ±9.835 ha. Selanjutnya BPKH dan BP2HP sebagai UPT Departemen Kehutanan melakukan verifikasi lokasi HTR yang diusulkan KHJL.  Hasilnya BPKH dan BP2HP Makassar merekomendasikan ±4.727, 81 ha untuk diberikan IUPHHK HTR.  Sedangkan sisanya, seluas ±5.107,19 ha, masih dianggap bermasalah dan harus dilakukan inventarisasi ulang oleh Dinas Kehutanan Propinsi Sultra.  Selanjutnya, hasil dari inventarisasi tersebutlah yang akan dijadikan dasar skema pengelolaan selanjutnya, apakah menggunakan skema HTR, HTHR atau HKM. Saat ini KHJL telah mendapatkan Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu untuk Hutan Tanaman Rakyat (IUPHHK HTR) dari Bupati Konawe Selatan seluas ±4.639,95 ha, sesuai SK Bupati No: 1353 tahun 2009 tanggal 10 Juni 2009 dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Konawe Selatan kepada Ketua KHJL pada tanggal 30 Juni 2009 bertempat di Aula Praja Kantor Bupati Konawe Selatan.  Keluarnya IUPHHK HTR bagi KHJL bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi baru merupakan titik awal untuk mengimplementasikan program HTR di tingkat lapangan.  Justru inilah tantangan besar dan pertaruhan bagi perjuangan pengelolaan sumberdaya hutan oleh masyarakat.

Untuk itu masih diperlukan pendampingan yang intensif kepada kelompok tani HTR dan KHJL sebagai sasaran program dan pelaksana operasional di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar momentum terbukanya akses masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya hutan dapat memberi manfaat yang sebesar sebesarnya bagi kesejahteraan masyarakat dan menyukseskan program HTR di lapangan.  Saat ini, KHJL dengan difasilitasi oleh JAUH dan parapihak lainnya sedang menyusun Rencana Kerja Umum (RKU) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai acuan dalam pelaksanaan HTR di tingkat lapangan. Selain itu, dalam rangka mendukung percepatan implementasi program HTR, maka perlu dilakukan:
a. konsultasi ke berbagai pihak seperti Dephut, Dishut, donor dan penjajakan peluang pendanaan program HTR
b. fasilitasi model pengelolaan HTR oleh KHJL
c. sosialisasi model pengelolaan HTR kepada masyarakat (anggota KHJL)
d. verifikasi dan penetapan anggota kelompok tani pengelola HTR; dan
e. pembuatan tapal batas dan papan nama poligon.

Strategi Implementasi Program
Tujuan dari kegiatan ini adalah berkembangnya pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan untuk meningkatkan akses masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan melalui skema HTR  di  Kabupaten  Konawe   Selatan.  Tujuan ini dapat tercapai jika program HTR KHJL sudah operasional. Untuk mengoperasionalkan program HTR KHJL, diperlukan dukungan parapihak dalam penyiapan dan pelaksanaan program HTR, adanya dokumen RKU dan RKT IUPHHK HTR KHJL yang sudah disetujui oleh Dishut Konsel, siapnya/kuatnya kelembagaan kelompok tani HTR dan KHJL untuk mengelola program HTR, serta adanya pemahaman kelompok tani dan KHJL dalam melaksanakan dan menerapkan pola pengelolaan HTR yang mengacu pada aturan yang berlaku. Strategi intervensi yang digunakan adalah :
1. Fasilitasi dan lobi ke berbagai pihak, yaitu : Direktorat HTR, BLU P2H, lembaga donor dan lembaga kreditor nasional maupun internasional
2. Pembuataan Tata Batas poligon lokasi IUPHHK HTR
3. Penyusunan  dokumen Rencana Kerja Umum dan Rencana Kerja Tahunan pengelolaan HTR bagi KHJL
4. Perumusan/Pemantapan model pengelolaan HTR oleh KHJL
5. Sosialisasi Model pengelolaan HTR KHJL kepada Aparat Kecamatan, aparat Desa, Ketua Kelompok Tani HTR dan anggota kelompok tani HTR
6. Verifikasi dan penetapan anggota kelompok tani HTR definitif; dan
7. Pendampingan / asistensi kelompok tani HTR dan KHJL dalam pengelolaan HTR.
Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan output program ini adalah fasilitasi dan pendampingan di tingkat kelompok tani HTR, pengurus Koperasi KHJL serta para pihak yang berkepentingan dengan program.


Penerima Manfaat Langsung

Penerima manfaat langsung dari program ini adalah Kelompok tani HTR dan KHJL.  Saat ini jumlah anggota KHJL yang sudah diidentifikasi sebanyak 1.352 KK yang tersebar di 39 desa sesuai dengan daftar yang diusulkan dalam permohonan IUPHHK HTR KHJL.  Namun jumlah ini belum definitif dan masih ada kemungkinan bertambah atau berkurang.  Jumlah anggota definitif akan diperoleh setelah dilakukan verifikasi dan penetapan anggota defintif pasca sosialisasi model pengelolaan HTR KHJL.  Manfaat tersebut dapat diperoleh melalui :
– Terbukanya akses bagi masyarakat untuk mengelola hutan negara
– Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang fungsi hutan dan pengelolaan hutan secara lestari
– Terbukanya lapangan kerja
– Peningkatan pendapatan masyarakat
– Terbentuknya kebersamaan dalam masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari

Swasta
– Adanya supply kayu yang berkelanjutan dan legal di masa yang akan datang (bagi pihak swasta yang menjadi pembeli kayu)
– Adanya kerjasama antara masyarakat dan swasta yang saling menguntungkan (bagi pihak swasta yang mau menanamkan investasi dalam pengelolaan HTR)

Lingkungan
– Terciptanya iklim mikro yang stabil
– Terjaganya habitat satwa
– Menjaga sistem tata air

INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI


La Ode Mangki

Telp: 081 245 618 881
e-mai: mangkilaode@yahoo.co.id

JARINGAN   UNTUK   HUTAN
(JAUH  – SULTRA)

Jl. Abunawas VII No. 19
Telp./Fax.(0401) 3124966 Kota Kendari
e-mail: jauhsultra@ymail.com

One Response

  1. sepakat bosku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: