Sosialisasi Risiko Tidak Jelas

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-07-14 / Halaman 12

Sosialisasi informasi risiko bagi warga sekitar lokasi semburan lumpur di areal konsesi PT Lapindo Brantas dinilai tidak jelas. Warga hanya mendapatkan informasi soalbahaya beraktivitas di sekitar lokasi semburan tanpa mengetahui risiko bertempat tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi semburan.

Hingga Juli, sejumlah warga bertahan tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi semburan. Warga RT ! RW ^ Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Abdul Rochim (42), menuturkan, keluarganya adalah salah satu dari puluhan keluarga yang bertahan tinggal di rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari sisi timur tanggul lumpur lapindo.

“Kami sempat mengungsi ketika tanggul jebol dan rumah kebanjiran. Namun, kami kembali tinggal dirumah kami yang sudah retak. Meski sebagian Besuki masuk peta terdampak, RT saya bukan bagian dari peta terdampak sehingga saya belum pernah mendapat ganti rugi”, kata Abdul pekan lalu di Jakarta.

Abdul menyatakan tidak mampu mencari tempat tinggal lain bagi istri dan empat anaknya. “Ada anak saya yang bersekolah di masjid yang berjarak puluhan meter saja dari tanggul, bersama anak tetangga kami”, kata Abdul.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur catur Nusantara saat dihubungi di Surabaya pada Selasa (13/7) menyatakan, sejumlah warga Siring juga kembali bertahan di desa mereka yang telah dinyatakan sebagai daerah terdampak. “Mereka yang menjadi korban tidak diberi tahu apa kandungan lumpur yang menyembur dan dampaknya bagi kesehatan mereka yang bertempat tinggal atau berkativitas di sekitar lokasi semburan. Para warga juga mengkhawatirkan keamanan rumah dan aset mereka jika mengungsi”, kata Catur.

Pelaksana Harian Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Hermien Roosita menjelaskan, KLH secara teratur memantau berbagai pencemaran yang terjadi akibat semburan lumpur dari areal PT Lapindo Brantas. ”Pemantauan terus kami lakukan dan hasilnya selalu diinformasikan kepada pihak terkait,” kata Hermien di Jakarta.

Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Sumber Pertambangan, Energi, dan Migas KLH, MR Karliansyah, menjelaskan, pemantauan KLH di lokasi semburan lumpur Lapindo meliputi pemantauan pencemaran air, laut, dan udara. Pemantauan pencemaran air dilakukan setiap pekan. Sementara pemantauan pencemaran udara dan laut dilakukan setiap enam bulan.

”Monitoring pencemaran udara juga dilakukan jika terjadi pemunculan gelembung gas baru. Kami menggunakan jasa lembaga konsultan dan monitoring kualitas lingkungan. Pemantauan menunjukkan tingkat pencemaran semakin berkurang. Volume lumpur yang menyembur juga berkurang. Jika ada kandungan yang melampaui baku mutu, kami memberi tahu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS),” kata Karliansyah.

Hasil pemantauan KLH selama setahun terakhir menunjukkan kandungan biological oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD) di kawasan tambak Penatar Sewu, Sidoarjo, melonjak jauh di atas baku mutu pada pertengahan Oktober 2009. Kendati terus berkurang sejak Februari, hingga Mei kandungan BOD serta COD masih di atas baku mutu. Kandungan phenol juga melebihi baku mutu pada September 2009 dan Februari 2010, tetapi tidak terdeteksi sejak April. Kandungan hidrogen sulfida yang melonjak pada November 2009 juga tidak lagi ditemukan, tetapi kadar amonia pada Mei melonjak.

Peneliti Pusat Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember sekaligus anggota Tim Kajian Kelayakan Permukiman (TKKP), Amien Widodo, menyatakan bahwa TKKP telah menyelesaikan kajian kelayakan lingkungan 13 desa di sekitar areal semburan lumpur Lapindo.

”Kajian itu telah dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur. Dan, kini kami menunggu penjadwalan pelaporan hasil kajian kami terhadap kementerian yang menjadi Dewan Pengarah BPLS,” kata Amien ketika dihubungi pada Selasa. (ROW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: