Ribuan Hekter sawah di Bombana Siap Panen

Kendari Ekspres, 2010-07-14 / Halaman 1

Petani di Kabupaten Bombana sedang sumringah, ribuan hekter lahan sawah mereka kini tinggal menunggu dipanen. Curah hujan yang tinggi ditambah lagi dengan aliran air dari irigasi yang stabil membuat padi yang ditanam petani dari berbagai varietas tumbuh baik dan sesuai rencana.

“Jika tak ada aral, dalam sepekan ke depan kami akan mulai memanen”, ujar salah seorang warga Lantari Jaya, Ahmad.

Mulai menguningnya padi di ribuan hekter sawah khususnya disekekitar kawasan pertambangan emas di daerah yang sebentar lagi akan menghelat Pilkada itu menjadi jawaban atas isu kekeringan atau puso yang disebabkan beroperasinya sejumlah perusahaan tambang emas. Ahmad mengungkapkan, pada umumnya, sebagian orang beranggapan kekeringan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh aktivitas pertambangan. Asumsi itu ternyata tidak benar setelah melihat fakta di lapangan yang menunjukkan sawah-sawah yang menguning dan siap panen. “Air sekarang melimpah akibatcurah hujan tinggi”, tandasnya.

Pantauan di lapangan, ribuan hekter sawah di Kecamatan Lantari Jaya yang merupakan wilayah yang paling dekat dengan kawasan pertambangan terlihat indah dengan kombinasi warna hijau dan kuning khas padi yang terhampar cukup luas di Kecamatan pemekaran itu. Keterangan yang dihimpun, di sejumlah wilayah seperti Desa Lomba Kasih, SP 1 dan 2, sekitar seribu hekter sawah sudah ada yang panen. Pemandangan serupa, juga terlihat di Kecamatan Rarowatu Utara yang juga berdekatan dengan lokasi tambang, terutama di Desa Aneka Marga dan SP 3.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan camat Lantari Jaya, Ambottang yang dihubungi terpisah. Katanya, curah hujan yang tinggi di wilayahnya dalam beberapa bulan terakhir menjadi rahmat bagi para petani . Air hujan yang kemudian dialirkan ke irigasi yang ada di wilayah tersebut menjadi faktor utama menghijau dan siap panennya kembali padi di Bombana khususnya di wilayahnya.

Dia juga membantah jika kekeringan di persawahan yang ada di wilayah pemerintahannya itu beberapa bulan lalu disebabkan oleh adanya aktifitas pertambangan dan merebaknya isu bendungan air untuk kepentingan perusahaan. “kekeringan terjadi karena musim kemarau panjang. Itu yang menyebabkan kita gagal panen”, katanya.

Ambottang menambahkan, di semua lahan persawahan yang ada di wilayahnya, ia belum menemukan adanya lahan sawah yang kering pasca Bombana memasuki musim penghujan dengan intensitas yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir. “Tidak ada hubungannya gagal panen petani kami dengan aktifitas pertambangan yang dilakukan di dekat lahan persawahan. Bahkan yang ada justru petani kami yang menunda panen karena curah hujan yang masih terlalu tinggi”, pungkasnya.

Daerah Lantari Jaya merupakan daerah yang mayoritas penduduknya bertani dan hampir 70 persen wilayahnya merupakan lahan pertanian. Daerah ini juga berada di sekitar kawasan pertambangan seperti halnya Kecamatan Rarowatu Utara. *IAN/LEX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: