BPTPH Sultra Kembangkan Produk Bebas Pestisida

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-07-14 / Halaman 5

Terobosan baru kini tengah dikembangkan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Sultra. Salah satu UPTD kendali Dinas Pertanian provinsi itu mengembangkan hasil tani bebas pestisida di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Konsel. kemarin, Kendari Pos berkesempatan mengunjungi lokasi pertanian tersebut. Tanaman cabe dan tomat yang menjadi percontohan nampak tumbuh subur dan bebas hama pada lahan seluas 25 are  serta dikelola 25 petani.

Kepala BPTPH Sultra, Ir. Abustan menjelaskan, program tanaman bebas pestisida itu telah dijalankan beberapa tahun lalu namun belum efektif. Kini program ini kembali dimaksimalkan dan menuai sukses. Menurutnya, tanaman percontohan di Desa Lamomea itu diberi Gliocladium yakni semacam pupuk berbentuk bubuk dari mikroorganisme yang berperan menekan perkembangan penyakit, sekaligus merangsang pertumbuhan tanaman.

Hebatnya lagi, karena berasal dari produk organik, buah tanaman yang dihasilkan dipastikan bebas bahan kimia sehingga sangat aman dikonsumsi manusia. Di sisi lain, penggunaan bahan organik ini juga membuat lingkungan tidak ikut tercemar. Hal ini tentunya sangat berbeda jika para petani menggunakan pestisida kimia yang dijual di pasaran dan banyak mengandung zat berbahaya.

” Tanaman yang menggunakan zat (gliocladium) ini bisa tetap ditanam meski di luar musim. Contohnya saat musim hujan seperti sekarang yang rentan penyakit menyerang tanaman. Tapi buktinya, tanaman yang menggunakan gliocladium ini bisa bertahan dari penyakit dan tetap tumbuh subur,” urai Abustan. Kepala BPTPH Sultra itu menambahkan, mulai tahun depan, program tanaman bebas pestisida ini akan diperluas pada beberapa daerah lainnya. ” Kita berharap, program ini bisa dilaksanakan di seluruh Sultra agar slogan Lingkungan Lestari dan Produk Aman Konsumsi, bisa Kita wujudkan,” tandasnya.

Sementara itu salah satu petani, Amir mengaku bersama rekan kerjanya sangat beruntung memperoleh bantuan binaan dari BPTPH Sultra. Sebab sejak menggunakan metode tanam dan perawatan yang diajarkan, tanaman yang dikelolanya tumbuh subur. Ongkos produksi pun lebih kecil karena tidak lagi menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang harganya semakin melonjak di pasaran. (cr2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: