Ratusan Ikan mati di Laut Kadolomoko

Kendari Ekspres, Sultra Ekspres 2010-07-13 / Halaman 16

hampir sebulan masyarakat Kota Baubau dihebohkan dengan banyaknya warga yang keracunan kerang dan siput. Jumat (9/7), warga Kadolomoko sekitar pukul 09.00 Wita kembali dihebohkan dengan banykanya ikan yang mati secara tiba-tiba di laut Kadolomoko.

Salah seorang Ketua RW di Kadolomoko, Tohir, menyampaikan kejadian ini di Kantor Kelurahan, dan pihak kelurahan yang dipimpin Lurah Kadolomoko, Sitti Nurjannah STTP turun ke lokasi. Dan mendapatkan ratusan ekor langgora mati.

Elka, salah seorang pemuda dan juga warga Kadolomoko mengungkapkan sejak pagi bersama rekan-rekannya memancing di atas salah satu kapal ikan yang berlabu di laut Kadolomoko. Namun mereka heran mengapa ikan pada mati.

“Tidak tau ikannya mati karena apa, kami sementara masih mengumpulkan ikan yang mati. Dan ada rekan kami yang juga menyelam untuk mengumpulkan ikan yang mati tersebut. Ikan itu rata-rata mati dari dasar laut”, ungkap Elka.

Karena banyaknya ikan yang mati tanpa diketahui sebabnya, pihak kelurahan langsung membawa sampel ikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau. Lurah Kadolomoko juga mengimbau pada warganya untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan dan kerang.

“Warga kami juga ada yang korban beberapa hari lalu dimana setelah mengkonsumsi ikan, langsung merasakan keram, dan mual. Sampai hari ini (kemarin, red) masih terbaring di rumahnya”, ungkap Lurah kadolomoko.

Setibanya di Dinas Perikanan mereka diterima Kabid Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perlindungan Pesisir, Ir Hj Wd Nurjannah MSi. Ia mengatakan untuk keracunan ikan mengkin masih kecil kemungkinan. Namun untuk memastikan penyebab kematian ikan-ikan tersebut meminta untuk mengambil beberapa sampel air laut disekitar pusat kejadian. “Kami meminta pihak kelurahan untuk dapat mengambil beberapa sampel air laut di sekitar tempat kejadian, sehingga kami dapat memastikan penyebabnya”, ungkanya.

Ia menambahkan jika dilihat dari kondisi ikannya yang masih segar ada beberapa kemungkinan dibius atau di potas. Tapi hal ini masih membutuhkan penelitian. Untuk kejadian keracunan ikan pihak Dinas telah melakukan penelitian dibeberapa tempat yakni, kelurahan Sulaa dan Palabusa. Namun keracunan adalah kerang dan siput, dan untuk ikan baru kami temui di Kelurahan Kadolomoko.

Untuk diketahui, pada bulan Juni, puluhan masyarakat Kota Baubau terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan ikan dan kerang-kerangan. Total jumlah pasien yang dirawat akibat keracunan ikan itu berdasarkan data yang diperoleh Kendari Ekspres berjumlah 30 orang dengan rincian 20 orang di rawat di Puskesmas Wajo, delapan orang di RSUD Baubau dan dua orang di Klinik Murhum. *P4/B/DUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: