Petani Pondidaha Rugi Miliaran Rupiah

kendari Ekspres, Ekobis Ekspres 2010-07-13 / Halaman 11

Sejumlah petani di Desa Sulemandara dan Desa Ambulano, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe alami kerugian miliaran rupiah. Kurang lebih 300 hekter sawah tanaman padi siap panen terendam banjir akibat tanggul sungai Konaweha di antara dua desa tersebut jebol.

“Semua sawah terkena banjir. Sudah mau panen ini. Sebagian siap penen dan sebagian lainnya sudah ada yang panen”, kata Muawana, seorang petani di Desa Sulemandara, Senin (12/7).

Banjir sudah terjadi sepekan lamanya. Diakui keberadaan sawah yang terkena banjir berada di daerah rendah. Sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha.

Hal senada dikatakan Ahmad Tahjib, warga petani Desa Sulemandra lainnya. Menurutnya, akibat sawah terendam banjir kurang lebih 200 hekter sawah milik petani dipastikan mengalami gagal panen. Sudah satu minggu sawah terendam air, mulai dari sawah siap panen, tanaman baru berisi hingga yang sudah panen. “Bisanya satu kali panen, setiap hekternya mencapai empat hingga lima ton gabah”, katanya.

Banjir besar kali ini, lanjut Ahmad Tahjib, merupakan kali kedua pasca banjir tahun 2000 silam. Kondisinya juga sama, luapan air sungai Konaweha merendam ratusan hakter sawah. Sehingga petani banyak yang gagal panen dan apabila panen hasilnya berkurang.

Hingga kemarin, baru ada pegawai pemerintah kecamatan yang turun ke lapangan. Belum ada bantuan diberikan kepada petani. “Tadi datang orang kecamatan, ada enam unit mobil yang membawa rombongan”, kata Ahmad Tahjib.

Adanya banjir yang menimpa dua desa tersebut dibenarkan Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikutura Sulawesi Tenggara, Abustan. Menurutnya ada 300 lahan persawahan yang terendam banjir. Akibat tanggul jebol dan hujan yang tak kunjung reda selama sepekan ini. Sayangnya data secara pasti jemlah kerugian dan petani yang sawahnya terendam banjir belum dapat dipastikan.

“Pegawai saya masih mendata di lapangan”, kata Abustan.

Guna mengantisipasi kerugian serupa, kata Abustan, langkah yang mesti diambil petani dan juga pemerintah merelokasi persawahan. Membuat parit penampungan air yang lebih besar. Sehingga dapat menampung air hujan dan mengantisipasi luapan Sungai Konaweha. *CUK/ARI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: