Teluk Kendari Terancam Tinggal Kenangan

Kendari Pos, Metro 2010-07-07 / Halaman 11

Keberadaan Teluk Kendari sebagai salah satu ikon Sulawesi Tenggara (Sultra), terancam tinggal kenangan. Pemicunya tidak lain adalah, pendangkalan akibat sedimentasi yang terus terjadi hingga saat ini. Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sultra, Ir H Abdul Jabbar Toba, prihatin atas kondisi tersebut.

Senator yang membidangi masalah sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi penting lainnya ini, mengatakan masalah pendangkalan Teluk Kendari perlu ditangani secara konfrehensif. Semua stakeholder harus turun tangan menanganinya. Tidak hanya pemerintah Kota Kendari, tapi juga pemerintah Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan.

Karena ini lintas wilayah, maka pemerintah provinsi harus mengkoordinir penanganan Teluk Kendari. “Termasuk, Dirjen perhubungan laut juga harus ikut duduk bersama-sama membahas masalah Teluk Kendari ini,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, laju sedimentasi di Teluk Kendari diperkirakan sekitar 10 sentimeter per tahun. Jika dikalkulasi, maka dalam kurun waktu 50 tahun, sedimentasi di Teluk Kendari bisa mencapai ketebalan hingga 5 meter.

Soal pengerukan oleh Pemkot Kendari tahun lalu, Jabbar mengatakan, itu cukup baik untuk mengatasi sedimentasi yang sudah terlanjur masuk ke teluk. Hanya saja, upaya tersebut harus dibarengi dengan penanganan di hulu dan sepanjang aliran sungai. Ia menyarankan, agar Pemerintah Kabupaten Konawe dan Konsel, membangun cekdam-cekdam atau kantong-kantong air disepanjang aliran sungai untuk menampung sedimen yang mengalir terbawa air saat hujan.

Disamping itu, Dinas Kehutanan Kabupaten Konawe dan Konsel, juga mengadakan reboisasi dari hulu sungai tersebut. Sebab menurut data, ada 13 sungai yang berasal dari kedua kabupaten itu bermuara di Teluk Kendari.

Menurut Jabbar, keberadaan Teluk Kendari harus dipertahankan semaksimal mungkin. Bukan hanya sebagai ikon daerah, Teluk Kendari juga punya nilai historis yang tinggi. “Pada abad ke-19, Teluk Kendari pernah menjadi salah satu pusat berlangsungnya transaksi ekonomi masyarakat dari luar daerah,” tandasnya. (yen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: