Banjir dan Longsor Terus Terjadi di Beberapa Daerah

Kompas, Nusantara 2010-07-06 / Halaman 22

Banjir dan longsor hingga Senin (5/7) terus terjadi di beberapa daerah. Beberapa daerah yang dilanda bencana alam itu antara lain Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat; dan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Di Belu, 25 rumah warga Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, dan Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, hanyut diterjang banjir. Infrastruktur jalan dan jembatan pun ikut rusak diterjang banjir dan longsor.

Hujan deras selama satu pekan secara beruntun menyebabkan Kali Abad Seli yang terletak antara Desa Rainawe dan Desa Alas Selatan meluap pada hari Minggu (4/7). Menurut Ketua DPRD Belu Simon Guido Seran, sungai itu meluap Minggu siang. Saat itu sebagian besar warga sedang berada di luar rumah. Semua isi rumah termasuk pesawat televisi dan perkakas dapur hanyut.

”Ini peristiwa aneh karena selama ini pada musim kemarau tidak pernah hujan. Peristiwa ini membuat warga kaget dan heran. Mengapa NTT yang dikenal kering dan gersang pada musim kemarau tiba-tiba hujan lebat sampai terjadi banjir,” katanya.

Ratusan rumah lain juga rusak berat dan ringan. Kebanyakan rumah terendam. Para korban yang kehilangan rumah ditampung di rumah warga sekitar. Sekitar 55 hektar ladang singkong juga terendam banjir, sementara 25 ekor ternak sapi dan babi ikut hanyut.

Di Pontianak, hujan deras selama dua hari memicu longsor dan banjir di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Enam rumah tertimbun tanah, 50 rumah terendam banjir, dan sekitar 220 warga mengungsi.

Sebelum dilanda banjir, longsor melanda Desa Peniraman pada Minggu siang. Bukit di atas perkampungan runtuh.

Camat Sungai Pinyuh, Mohamada Shaleh, Senin kemarin, mengatakan, selain hujan deras selama dua hari, longsor di Peniraman juga dipicu aktivitas pertambangan rakyat di kaki bukit. Lereng bukit setinggi sekitar 30 meter runtuh dan menimpa enam rumah. Semua penghuni selamat karena meninggalkan rumah sebelum longsor terjadi.

Terisolasi

Longsor akibat hujan deras hari Sabtu hingga Minggu dini hari menyebabkan Desa Bonto Salama, Desa Terasa, dan Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terisolasi. Beberapa traktor dan buldoser yang diturunkan Dinas Bina Marga Sulsel belum mampu membersihkan longsoran sehingga jalan utama poros Sinjai-Makassar masih terputus hingga hari Senin.

Sementara itu, banjir yang menggenangi 16 Desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin, sudah surut. Warga Desa Berdikari dan Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, juga membersihkan rumah yang roboh, pohon tumbang, dan kabel listrik PLN yang putus akibat diterjang angin kencang pada hari Minggu. (RIZ/AHA/KOR/WER/REN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: