Warga Persoalkan Penataan Drainase

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-07-05 / Halaman 9

Saat penyuluhan Program Kendariku Bersih dan Sehat yang kali ketiga dilaksanakan di Kecamatan Mandonga, sejumlah warga persoalkan penataan drainase di Kota Kendari yang belum optimal dilakukan Pemkot. Padahal, drainase sangat terkait dengan kondisi lingkungan yang sehat, apalagi saat musim penghujan.

Tambi, warga Kecamatan Mandonga, mempertanyakan sikap pemerintah kota terkait optimalisasi peran drainase yang terkait dengan kemampuan peresapan air selama ini, tidak diprioritaskan Pemkot. Akibatnya, kata dia, walau upaya bersih-bersih dimaksimalkan semua stakeholder, akan menjadi sia-sia kalau fungsi drainase tidak optimal. Dalam waktu sekejap di beberapa ruas jalan, terlihat air tergenang, bahkan banjir di pusat kota Kendari sehingga kerja keras dalam rangka merebut Piala Adipura yang ketiga bisa terancam gagal.

“Apa artinya, kita sudah berupaya kerja keras untuk bersih-bersih kalau penataan drainase diabaikan. Kebersihan dan keindahan Kota Kendari hanya bersifat sementara, kalau hujan turun, banjir dimana-mana sebagai akibat drainase yang belum baik,” ungkapnya, saat penyuluhan Kendariku Bersih dan Sehat.

Hal yang sama dipertanyakan Farhan, warga Kelurahan Mandonga. Ia menilai semua upaya pemerintah dan masyarakat, termasuk dukungan swasta akan menjadi sia-sia bila persoala drainase diabaikan. Bahkan, menurut Farhan, arahan pemerintah untuk turut serta dalam program Kendariku Bersih dan Sehat tidak seimbang dengan peran pemerintah dalam penataan kota, khususnya masalah drainase.

“Harus ada sinergi, di satu sisi masyarakat yang digiatkan pemerintah ternyata perlu dibangun motivasi psikologis pada masyarakat dan lembaga lain, instansi terkait dan pihak swasta. Penataan drainase mutlak dilakukan dalam rangka menyerap air di lingkungan, kalaupun program bersih dilakukan tapi ternyata drainase tidak berfungsi yang ada penumpukan sampah akibat banjir dimana-mana,” tamba Farhan.

Karenanya, ia menyarankan, perlu dibangun spirit budaya bersih dan sehat yang melibatkan semua pihak, semisal buat surat peredaran himbauan ajakan untuk berperilaku bersih di instansi atau lembaga swasta manapun sehingga menjadi budaya yang mengkristal. Pemerintah juga harus peduli pada kerusakan hutan akibat penebangan membabi buta yang bukan dari masyarakat.

Menyikapi hal itu, Camat Mandonga, Drs Apriadi, mengatakan, saat musim penghujan memang akan terlihat bahwa yang tadinya bersih akan menjadi kotor karena penaganan sistem drainase belum maksimal. Namun, salah satu upaya untuk mengatasi hal itu, adalah partisipasi semua pihak.

“Drainase akan tersumbat karena ketidakaturan dalam penanganan sampah, semisal ada yang buang sampah sembarang. Ini menyangkut perilaku kita, secara umum penanganan drainase belum maksimal dari kondisi kota lama menjadi kota berkembang. Ini yang sedang dibenahi Pemkot Kendari, yang tentu saja butuh waktu yang tidak singkat,” jelasnya. (emi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: