Status “Keajaiban” Untungkan Konservasi

Kompas, Pendidikan & Kebudayaan 2010-07-05 / Halaman 12

Terpilihnya komodo menjadi satu dari tujuh keajaiban alam dunia akan menguntungkan konservasi hewan purba itu. Untuk terpilih, komodo harus menjadi satu dari tujuh peraih suara terbanyak jajak pendapat yang digelar situs internet WWW.new7wonders.com. Perhitungan terakhir jejak pendapat melalui internet itu akan dilakukan pada 11 November 2011 (11.11.11).

Hingga Minggu (4/7), komodo (Varanus komodonesis) masih masuk daftar 14 peraih suara jejak pendapat 7 keajaiban alam dunia yang digelar WWW.new7wonders.com. Situs internet itu tahun 2007 membuat jejak pendapat yang menyebabkan Candi Borobudur kehilangan predikat 7 keajaiban bangunan dunia.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori menyatakan, penting bagi komodo untuk maraih status “keajaiban alam dunia”. “Secara langsung status itu menguntungkan industri pariwisata Indonesia, juga akan berimbas positif bagi upaya konservasi komodo”, kata Darori, Minggu.

Menurut dia, keterbatasan anggaran Indonesia membuat anggaran pengelolaan kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional (TN) Komodo, amat minim. “Anggaran pengelolaan taman nasional di Indonesia hanya 3 dollar AS per hekter per tahun. Bandingkan, Malaysia anggarannya hingga 16 dollar AS per hekter per tahun”, katanya.

Saat ini, TN Komodo dikelola Balai Taman Nasional Komodo bersama PT Putri Naga Komodo. Presiden Direktur PT Putri Naga Komodo Rili Djohani menyatakan, hingga kini TN Komodo (132.572 hekter) mengalami berbagai tekanan. Salah satunya adalah terlalu banyak penangkapan ikan, khususnya oleh melayan luar daerah. Juga perkembangan permukiman dan tempat menginap yang kurang terkendali”, kata Rili.

Dia menyatakan, jika komodo menjadi datu dari tujuh keajaiban alam dunia. “Jika jumlah wisatawan bertambah, manfaat ekonominya akan dinikmati lebih banyak orang. Jika lebih banyak orang merasakan manfaatnya, mereka akan menjaga TN Komodo”, ujar Rili.

Rili menyatakan, setiap tahun TN Komodo dikunjungi sekitar 25.000 wisatawan asing dan dalam negeri. “Daya dukungnya memungkinkan menerima 50.000 wisatawan pertahun. Tentu harus ada pengaturan jumlah wisatawan dalam waktu bersamaan”, kata Rili.

Darori berharap, setiap pengguna internet Indonesia ikut memilik. “Kita herus menjaga perolehan suara komodo hi8ngga November 2011”, katanya. (ROW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: