Luas Panen Padi dan Kedelai Turun

Komas, Lingkungan & Keuangan 2010-07-03 / Halaman 18

Badan Pusat Statistik memperkirakan luas panen padi dan kedelai tahun 2010 berdasarkan angka ramalan II menurun.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengemukakan, perlu diwaspadai penurunan luas panen itu disebabkan alih fungsi lahan. Luas panen padi tahun 2010 turun 12.630 hektar (ha) atau 0,1 persen. Penurunan terutama berlangsung di Jawa.

Adapun luas panen kedelai mengalami kemerosotan sebesar 44.350 ha (6,14 persen). Hal itu diperkirakan berimbas pada penurunan produksi kedelai nasional tahun ini menjadi 927.380 ton biji kering, turun sebesar 47.130 ton (4,84 persen) dibandingkan tahun 2009.

Meski demikian, produksi padi tahun 2010 diperkirakan naik menjadi 65,15 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 751.870 ton (1,17 persen) dibandingkan tahun 2009. Kenaikan itu, antara lain, dipicu oleh peningkatan produktivitas sebesar 0,63 kuintal per ha.

Sebaliknya, luas panen jagung cenderung akan naik tahun ini. Berdasarkan angka ramalan II, luas panen kedelai naik 23.430 ha (0,56 persen), sedangkan produktivitas meningkat 0,69 kuintal per ha. Hal itu diprediksi mendorong kenaikan produksi jagung sebesar 18,02 juta ton pipilan kering atau naik 2,19 persen dibandingkan tahun 2009.

Menanggapi penurunan luas panen padi dan kedelai, Menteri Pertanian Suswono menyatakan, penurunan luas panen bisa terjadi akibat dampak perubahan iklim. Hujan yang masih terjadi di tengah musim kemarau membuat petani memilih komoditas tanaman pangan yang paling sesuai untuk mereka kembangkan.

Suswono menyatakan, saat ini tak ada lagi paksaan bagi petani untuk menanam komoditas tertentu. Lewat Undang-Undang No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, petani boleh mengembangkan komoditas yang dinilai paling menguntungkan.

Dengan adanya kebebasan itu, petani tidak harus terpaku menanam jenis komoditas tertentu. Mengacu data Badan Pusat Statistik, luas panen padi tahun 2010 menurun, begitu pula kedelai. Namun, luas panen jagung naik.

Selain karena dampak perubahan iklim, penurunan luas panen juga akibat serangan wereng batang coklat (WBC). Meski begitu luas, serangan hama wereng belum mengkhawatirkan. ”Pola tanam padi yang tidak serentak memang tidak menguntungkan karena memberikan keleluasaan bagi hama penyakit untuk menyebar,” katanya.

Yang diperlukan ke depan adalah menjalankan resi gudang dan asuransi iklim. Luasnya tidak banyak, hanya 100.000 ha per tahun. Kalau bisa premi dari dana APBN. (LKT/MAS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: