Warga Tagih Pengerukan Sungai

Kompas, Metropolitan 2010-07-02 / Halaman 26

Warga yang tinggal di sekitar Kali Pesanggrahan menagih janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pengerukan sungai. Warga menilai pengerukan sungai sangat mendesak mengingat pendangkalan kali kini dalam tingkat mengkhawatirkan.

Berdasarkan informasi warga setempat, pendangkalan cepat terjadi setelah Situ Gintung jebol pada Maret 2009. Hal itu membuat kapasitas kali untuk menampung air kian kecil.

”Kali Pesanggrahan sudah waktunya dikeruk. Sekarang air dari hulu langsung masuk ke Kali Pesanggrahan, tidak lagi masuk dahulu ke Situ Gintung, karena situ belum beroperasi normal,” kata Purjianto (50), Ketua RT 15 RW 05, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (1/7).

Purjianto mengatakan, kasus luapan Kali Pesanggrahan belakangan semakin sering terjadi. Meski sebagian warga menganggap banjir hal biasa, hal ini tidak boleh dibiarkan.

”Kami mengharap pemerintah segera bertindak, kami sering kebanjiran,” katanya.

Harapan yang sama disampaikan Lurah Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Cholid Mawardi. Kini kedalaman Kali Pesanggrahan di wilayahnya satu meter-dua meter. Kondisi itu lebih dangkal dibandingkan sebelum Situ Gintung jebol. Ketika itu beban sungai tidak seberat kini. Sisa lumpur bekas jebolan Situ Gintung mengalir ke kali.

”Saya pernah mendengar pemerintah akan mengeruk. Namun, sampai sekarang belum ada. Saya senang jika pengerukan segera dilakukan sehingga warga saya tidak cemas,” katanya.

Slamet Isbayang, warga RT 02 RW 12, Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, mengatakan, sejak tinggal di wilayah itu tahun 1982, Kali Pesanggrahan tidak pernah dikeruk.

”Kondisi kali sangat dangkal sehingga tidak cukup menampung luapan volume air yang besar,” kata Slamet.

Pendangkalan sungai juga terjadi di Kali Sunter yang melintasi Jakarta Timur. Aam, warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengatakan, Kali Sunter perlu dinormalkan mulai dari hulu, antara lain dengan pelebaran, pengerukan, dan pembuatan turap. Normalisasi diperlukan agar aliran air dari hulu di wilayah Bogor lancar sampai ke hilirnya.

Pada Oktober 2009, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengeruk belasan anak sungai atau kali di 76 lokasi. Saat itu, melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pemprov DKI, Budi Widiantoro, akan dikeruk 13 sungai utama yang dibiayai Bank Dunia.

Rencananya, pelaksanaan pengerukan ini berjalan pada tahun 2010 (Kompas, 7 Oktober 2009). Alasan pengerukan sungai-sungai utama itu karena ada penyempitan dan pendangkalan. Hingga kini, pengerukan belum terlaksana, minimal di Kali Pesanggrahan, hingga Juli 2010.

Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Erwin Usman mengatakan, pendangkalan terjadi di 13 sungai yang melintasi Jakarta, di antaranya Sungai Mookervart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Baru Timur, Ciliwung, Cipinang, Sunter, Jati Kramat, Buaran, dan Cakung.

Publik mengetahui pendangkalan sungai menyebabkan air meluap. Keluhan warga mengenai luapan rutin terjadi ketika banjir. ”Pemerintah, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, mestinya mengambil langkah tepat,” kata Erwin.

Pengerukan yang diusulkan warga adalah solusi jangka pendek. Lebih penting dari itu, Gubernur DKI Jakarta seharusnya berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten. Persoalan banjir di Jakarta tidak dapat hanya diselesaikan oleh orang Jakarta, tetapi juga pemangku kepentingan di wilayah hulu sungai.

”Beban ekologis di wilayah hulu harus diselesaikan,” kata Erwin. Sejauh ini, Pemprov DKI belum mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan banjir. Seiring dengan itu, ancaman banjir terus datang setiap waktu di sekitar aliran sungai. (NDY/PIN/COK)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: