Panas Bumi Maluku Mulai Dilirik

Kompas, Nusantara 2010-07-01 / Halaman 22

Potensi panas bumi di Provinsi Maluku mulai dilirik sejumlah perusahaan untuk dieksploitasi. Pemanfaatan panas bumi diharapkan lebih menjamin ketersediaan listrik di daerah tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan Provinsi Maluku, potensi panas bumi di Maluku tersebar di Maluku Tengah, Pulau Buru, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut, Pulau Damar, dan Pulau Wetar.

Kepala Dinas Pertambangan Maluku Bram Tomasoa, Rabu, (30/6), mengatakan, potensi panas bumi di Desa Suli, Maluku Tengah, hampir tuntas dieksploitasi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Geothermal, anak perusahaan PT. PLN. Rencananya, tahun ini mulai dilakukan pemboran sebelum masuk tahap eksploitasi.

Potensi panas bumi di Suli rencananya bakal dimanfaatkan menjadi listrik berkekuatan 2×10 megawatt (MW). “Sebetulnya dari hasil penyelidikan awal potensinya bisa dimanfaatkan menjadi listrik berkekuatan 100 MW, tetapi pada tahap awal direncanakan hanya 1×10 MW”, jelasnya.

Potensi panas bumi di Suli ditargetkan sudah mulai bisa dimanfaatkan tahun 2013. Selain di Suli, Bram mengatakan, potensi panas bumi di Pulau Buru pun sudah dilirik perusahaan swasta di Jakarta yang bekerja sama dengan investor asing. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengandung panas bumi di Buru diantaranya berada di Waeapo dan Batabual.

“Investor sudah siap memulai penyelidikan di wilayah-wilayah itu”, ujarnya.

Bram menjelaskan, pemanfaatan panas bumi di kedua wilayah di Maluku itu kelak menjamin ketersediaan listrik di Buru dan Maluku Tengah, termasuk juga Kota Ambon, karena Desa Suli berada di Pulau Ambon.

General ManagerPT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Nyoman Astawa mengatakan, jika panas bumi di Suli sudah mulai dieksploitasi menjadi listrik, pasokan daya mampu menjadi alternatif bagi pasokan listrik dari dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Ambon yang sudah berusia 25 tahun lebih.

Hal ini ditambah lagi pada tahun 2012, pembangkit listrik tenaga uap di Waai, Maluku Tengah, yang berkekuatan 30 MW direncanakan sudah tuntas pembangunannya.

“Pasokan listrik dari Waai dan Suli nantinya bisa sebesar 50 MW, sedangkan beban puncak listrik di Ambon tahun 2012 diperkirakan sekitar 45 MW. Kelak pasokan lebih terjamin”, katanya. (APA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: