Polhut Tangkap Perambah Hutan Bakau

Kendari Ekspres, Ragam 20100-06-29 / Halaman 7

Aksi perambahan hutan makin mengganas di Muna. Masyarakatnya perambah liar bahkan tak kenal lagi dengan hutan kawasan yang mestinya dilindungi. Berdalih untuk kepentingan rumah atau rumah atau sekedar memenuhi kebutuhan ekonomi, mereka para perambah kini mulai memasuki kawasan hutan bakau yang menyebar sekitar pantai di wilayah Kabupaten Muna. Dua pelaku perambah hutan bakau di Tampo, kecamatan Napabalano, kemarin (28/6) bahkan berhasil diamankan anggota Polisi Hutan (Polhut) Dishut Muna.

Bukan tak mungkin, meski dua perambah hutan bakau, masing-masing La Ganefo (40) dan Saharli (30) yang kini tertangkap, namun masih banyak perambah-perambah liar lainnya yang menyebar di seluruh Muna, tak lepas dari andil para perambah-perambah liar. “Kalau saja nenek moyang kita masih hidup, mungkin mereka akan menangis melihat hutan jati tinggal puing-puing seperti sekarang ini”, tutur Kepala Bidang Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dishut Muna, Arshad Hariki.

Untuk itu, tertangkapnya dua pelaku perambah hutan kali ini menurut Arshad Hariki, pihaknya tidak akan tanggung-tanggung untuk menyeret mereka ke jalur hukum. Setidaknya, dengan cara itu bisa menimbulkan efek jera kepada pelaku sendiri dan juga pelaku lainnya yang mungkin saat ini belum tertangkap. “Sekarang kedua pelaku telah kami amankan dan kita akan buatkan laporan kejadiannya. Jika terbukti bersalah, kami langsung serahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses”, kata Arshad.

Sementara itu, Kepala Kendari Ekspres kedua pelaku mengaku, jika mereka melakukan perbuatan itu untuk kebutuhan papan rumah mereka. “Sebenarnya kayu itu saya beli untuk kayu bakar. Tapi karena lantai rumah saya kurang, akhirnya saya bikin mi jadi papan”, kata La Ganefo berdalih yang didiami rekannya, Saharli.

“Kalau saya hanya sebagai operator senso pak. Saya hanya digaji saja juga. Yang meminta saya untuk melakukan itu si pemilik kayu”, timpal Saharli melakukan pembelaan diri.

Sekedar diketahui, bersama kedua pelaku, anggota Polhut ikut mengamankan barang bukti dua unit senso, dua bilang parang, satu jerigen bensin, dan enam batang kayu bakau dengan panjang 8-8 meter. *M1/B/MAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: