MoU DJL Tak Jelas, Pemilik Lahan Protes

Kendari Ekspres, Sultra Ekspres 2010-06-24 / Halaman 6

Kehadiran Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Damai Jaya Lestari (DJL) di Kolaka diharapkan memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan sistem plasma, warga pemilik lahan berharap memperoleh penghasian lebih dibanding jika dikelola sendiri.

Namun harapan itu berubah jadi rasa kuatir setelah pihak PT. DJL tidak menunjukkan niat baik untuk segera membayarkan bagi hasil bagi pemilik lahan.

Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, ditemukan keganjilan pengalihan hak guna lahan. Dalam dokumen yang harus ditandatangani pemilik lahan, hanya berupa surat pernyataan secara sukarela menyerahkan tanahnya kepada PT. DJL tanpa didukung MoU. Hal ini menyebabkan tidak adanya kepastian hukum bagi pemilik lahan yang dikelola PT. DJL. “Saya tidak mau menandatangani surat pernyataan penyerahan lahan kepada PT. DJL karena tidak disertai MoU”, kata Andi Peabang, salah seorang pemilik lahan di Kecamatan Wundulako.

Apalagi saat ini, kata dia, pemilik lahan di Kecamatan Tanggetada ternyata belum dibayarkan heknya oleh pihak perusahaan, meskipun sudah berproduksi.

Tidak adanya MoU akan melahirkan persoalan kedepan, khususnya masalah waktu dan persentase pembagian hasil. “MoU itu harus ditandatangani kedua belah pihak, bukan kesepakatan lisan dan semestinya sudah ada sebelum PT. DJL mengelola lahan warga”, ujarnya.

Protes ratusan pemilik lahan yang belum dibayarkan haknya, termasuk tidak adanya MoU resmi antara pemilik lahan dengan PT. DJL akan menjadi bibit konflik jika tidak segera diselesaikan.

Berkaitan dengan hal tersebut, La Ode Faisi SH, aktivis LSM Fitra mengharapkan Pemkab dan DPRD Kolaka untuk turun tangan. Menurutnya, Pemkab dan DPRD Kolaka harus menjadi mediator untuk secepatnya menyelesaikan masalah yang terjadi antara pemilik lahan dan pihak PT. DJL.

“Jangan tunggu sampai ada korban”, tandasnya.

Menurutnya, jika masalah ini tidak diselesaikan secepatnya, maka kedepan bisa menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal.

Harusnya dipahami, warga menyerahkan lahannya untuk dikelola PT. DJL menjadi perkebunan kelapa sawit karena warga ingin mendapatkan penghasilan lebih. “Kalau penghasilannya justru menurun, apalagi sampai tidak dibayarkan, berarti kehadiran PT. DJL justru meningkatkan kemiskinan”, kata Faisi yang juga seorang advokad.

Dikatakan, komitmen Bupati Kolaka, Drs H Buhari Matta untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak bisa diragukan. Komitmen tersebut dibuktikan lewat program Gernang Mastra.

Demikian pula dalam mendatangkan investor, niatnya dilandasi untuk meningkatkan untuk meningktkan kesejahteraan takyat. “Kalau kemudian terjadi masalah antara investor dengan masyarakat, maka wajib Pemkab dan DPRD untuk menyelesaikan”, ujarnya.

Faisi mendesak Pemkab DPRD Kolaka untuk segera mempertemukan pihak PT. DJL dengan masyarakat pemilik lahan.

“Jangan menuggu terjadi konflik, sebab jika itu terjadi, selain melahirkan instabilitas juga akan merugikan semua pihak”, ujarnya. *DIT/LEX

One Response

  1. Pada dasarnya jika semau itu dilandasi dengan niat dan ittikad yang baik menurut sy tidak akan pernah terjadi masalah dan kalaupun terjadi kesalah pahaman antara pihak perusahaan dengan warga selaku pemilik lahan wajiblah kirinya pihak eksekutif dlm hal ini Pemda serta legislatif yg juga hasil pemilihan masyarakat diKabuten Kolaka menjadi mediator sekaligus menengahi persoalan ini sehingga semuanya terselesaikan tanpa ada yang dirugikan… namun smua ini hanya omong kosong belaka sebab hadirnya para investor di Bumi Mekongga ini hanya untuk mncari popularitas terhadap orng2 tertentu yg ingin menjadikan sebagai sebuah pretasi kerja karna mampu menghadirkan para penanam modal didaerahnya, dan dilain pihak juga dari segi financial para penanam modal diharuskan menanamkan sebahagian modalnya kerekening serta kantong2 para raja2 kecil yang berkuasa dibumi mekongga… kalaupun itu masyarakat yang harus dikorbankan tidak menjadi masalahnya karna masih banyak strategi yg harus dilakukan untuk menepis semua itu kalapun perlu ada yang dkambing hitamkan sehingga para penganmbil kebijakan terhindar dr persoalan yang ada…. WAHAI MASYARAKAT KOLAKA BANGKITLAH TERIAKAN KEBENARAN, KARENA DISEKELILINGMU BANYAK KEBENARAN YANG DIDUSTAKAN… BERSATULAH UNTUK MELAWAN PENGUASA JIKA ITU MENZALIMIMU….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: