Warga Buton Kembangkan Biogas

Kendari Ekspres, Sultra Ekspres 2010-06-21 / Halaman 16

Selain harganya yang cukup mahal, sulitnya memperoleh minyak tanah serta rawannya penggunaan gas elpiji yang sering kali meledak, membuat warga memilih untuk menggunakan bahan bakar alternatif biogas yang dikembangkan sendiri warga. Hal itu dilakukan warga Kecamatan Mawasangka Kab. Buton.

Dalam mengembangkan bahan bakar biogas, warga memanfaatkan kotoran ternak mereka. Salamah, salah seorah warga Kecamatan Mawasangka yang ditemui Kendari Ekspres, akhir pekan lalu mengatakan, ide untuk memanfaatkan kotoran ternak dan mengembangkan menjadi bahan bakar biogas didapatnya setelah mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Sultra pada tahun 2008 lau.

“Setelah menggunakan bahan bakar alternatif biogas enam bulan terakhir ini, saya bisa lebih menghemat dalam mengeluarkan uang untuk beli minyak tanah. Saya jiga tidak lagi mengantri dan berdesak-desakan membeli minyak tanah. Paling utama saya rasakan, tidak ada rasa takut kalau tiba-tiba akan meledak karena kemungkinannya sangat kecil. Jadi saya merasa nyaman waktu memasak”, kata Salamah.

Salamah membandingkan, biasanya kalau menggunakan minyak tanah, satu liternya hanya untuk pemakian selama dua hari saja. Hal itu jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan penggunaan biogas. Pasalnya, satu kilogram kotoran sapi bisa menghasilkan biogas yang dapat bertahan hingga dua atau tiga hari.

Sementara itu, Direktur Lembaga Gagak Buton, Haris Eshaya, mengatakan, pengembangan energi biogas ini merupakan bentuk penyadaran kepada masyarakat agar lebih menyayangi lingkungan sekitar. Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan kotoran ternak yang ada di sekitar mereka sebagai bahan baku untuk dijadikan bahan bakar alternatif.

“Dulu masyarakat sering menebang kayu di hutan untuk dijadikan kayu bakar. Kalau bahan bakar alternatif ini dikembangkan ke seluruh masyarakat, maka lingkungan lebih bisa terjaga”, kata Harlis di ruang kerjanya, Sabtu (19/6).

Ia menjelaskan secara teknologi, prinsip pembuatan biogas adalah memanfaatkan gas metana yang sudah terbakar dan terdapat di dalam kotoran sapi untuk dikonfensi menjadi bahan bakar biogas yang dapat digunakan terutama untuk konsumsi keluarga. Selain perlu adanya hewan sapi sebagai pemasok kotoran, juga diperlukan sarana penampungan kotoran agar dapat berproses menghasilakn gas metana. *P4/B/LEX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: