Target Restorasi 300.000 Hekter

Kompas, Pendidikan & Kebudayaan 2010-06-21 / Halaman 12

Kementerian Kehutanan menargetkan 300.000 hektar untuk izin restorasi hutan produksi tak produktif tahun ini. Target itu menjadi bagian dari Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2010-2014 yang ditargetkan 2,5 juta hektar.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan membuka peluang luas bagi izin restorasi, yaitu izin usaha pemanfaatan hutan alam dan restorasi ekosistem pada areal bekas tebangan. Prioritas restorasi adalah hutan primer Sumatera yang tinggi tingkat keanekaragaman hayatinya.

”Restorasi setahun ini sekurang-kurangnya harus 300.000 hektar (ha). Kami harapkan pemohon izin restorasi bersungguh-sungguh dengan rencana kerja jelas. Jangan sekadar mengajukan, lalu hutannya ditinggalkan begitu saja,” kata Zulkifli dalam resepsi syukuran pelaksanaan Program Pemulihan Ekosistem Hutan Harapan Rainforest di Jakarta, Jumat (18/6).

Data Strategis Kehutanan 2009 menyebutkan, luasan hutan Indonesia 133,8 juta hektar. Luasan hutan produksi terbatas, hutan produksi, dan hutan produksi yang bisa dikonversi mencapai 81,7 juta hektar. Sedangkan lahan kritis dan sangat kritis dalam kawasan hutan hingga 2006 mencapai 8,1 juta hektar.

Analisis Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, 72,5 juta ha hutan harus dipertahankan dari pembalakan dan konversi. Namun, kedua kementerian belum mencocokkan data mereka, termasuk konteks target restorasi 2,5 juta hektar hutan.

Ditentukan rangkong

Sementara itu, penelitian Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI) menyimpulkan, keberhasilan restorasi akan ditentukan populasi burung rangkong dalam proses regenerasi melalui penyebaran biji-bijian. Namun, populasinya terus menurun karena hilangnya pohon besar tempat bersarang dan mencari makan. REKI tengah menguji coba pembuatan sarang buatan bagi rangkong.

Direktur PT REKI Effendy A Sumardja, selaku pemegang izin Restorasi Harapan Rainforest, menyatakan, restorasi hutan 98.554 hektar di Sumatera Selatan dan Jambi itu merupakan restorasi hutan produksi pertama di Indonesia. ”Kami terus meneliti untuk menemukan model restorasinya,” kata Effendy.

Restorasi Harapan Rainforest merupakan inisiatif konsorsium yang, antara lain, melibatkan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, BirdLife International, dan The Royal Society for the Protection of Birds, Inggris. Hutan yang sebelumnya masuk konsesi dua perusahaan pembalakan kayu itu merupakan habitat sejumlah satwa terancam punah, termasuk harimau sumatera, gajah asia, beruang madu, simpai, serta delapan jenis burung terancam punah secara global dan 69 jenis mendekati kepunahan. (ROW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: