Lahan Dijual Untuk Tambang

Kompas, Nusantara 2010-06-21 / Halaman 22

Sedikitnya 10 keluarga transmigran di Desa Rapaklambur, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dua tahun ini menjual seperempat lahan mereka ke perusahaan pertambangan batu bara. Seharusnya lahan tidak boleh diperjualbelikan.

Mereka menjual lahan rumah dan pekarangan transmigran asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, karena khawatir diambil paksa sebab diklaim masuk areal konsesi perusahaan tambang. Selain itu, para transmigran kesulitan mengembangkan usaha. Sejak ditempatkan di lokasi itu, mereka belum mendapat lahan usaha tani seluas satu hektar untuk satu keluarga.

Andriyanto, transmigran, saat ditemui Minggu (20/6) di Rapaklambur, mengatakan, pihaknya mendapat uang ganti rugi Rp 60 juta. Uang itu lalu dibelikan satu hektar lahan pertanian dan seperempat hektar tanah untuk rumah dan pekarangan di Rapaklambur. Lokasinya dekat dengan permukiman transmigran.

Di Rapaklambur terdapat 30 keluarga transmigran asal Bantul, DI Yogyakarta, dan 20 keluarga transmigran asal Temanggung. Sebanyak 40 keluarga ditempatkan di Dusun Kejawi, sedangkan 10 keluarga ditempatkan terpencar di Rapaklambur.

Mariono, transmigran asal Bantul, mengatakan, mereka yang tergusur dapat dikatakan beruntung. Uang ganti rugi dapat digunakan untuk membeli lahan yang jauh lebih luas.

Sejak tiba Oktober 2004, transmigran belum mendapat satu hektar lahan pertanian yang dijanjikan. Mereka cuma mendapat seperempat hektar lahan untuk rumah dan pekarangan, yang kini dikelola untuk menanam sayuran. Sebagian transmigran bekerja tambahan sebagai buruh tani atau bangunan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Kartanegara Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya tidak bisa mencegah pembelian lahan transmigran oleh perusahaan tambang. Pihak perusahaan sempat ditegur secara lisan pada awal Juni lalu sebab hendak menambang di areal yang dipersiapkan untuk dibagikan kepada transmigran.

Nasir mengakui, transmigran belum mendapat lahan pertanian. Lahan sudah dibeli pemerintah dari seorang warga. Namun saat hendak diberikan kepada transmigran, pemilik lama selalu mengganggu. (BRO)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: